Samarinda – Guna meningkatkan kapasitas kinerja relawan yang membantu dalam penanganan situasi pandemi Covid-19, Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wilayah Samarinda menggelar kegiatan Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas terhadap 1.000 Relawan.

Berlangsung di Hotel Mercure Samarinda, diketahui kegiatan ini akan berjalan selama lima hari ke depan yang terhitung mulai Senin 13 September 2021 dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi.
Ketua Bidang Koordinator Relawan Satgas Penanganan Covid-19 Andre Rahadian mengatakan jika sebelum adanya pelatihan ini, Kaltim sudah memiliki sekitar 500 relawan yang memiliki variasi kegiatan.
Seperti sosialisasi, edukasi, membantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), membantu TNI Polri dan kegiatan lainnya. Sehingga kegiatan ini akan dicoba kembali, kiranya dapat diperluas dan diperbesar kontingennya.
Dikemukakannya juga, sebelumnya kegiatan ini dimulai dari Pelatihan Supervisi Lokal, Praktik Mengajar Fasilitator, dan kini melaju pada Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas Relawan Covid-19.
Dalam jangka waktu lima hari tersebut, setiap harinya akan dilakukan sesi pelatihan yang dibagi ke dalam empat kelas dengan jumlah peserta 25 orang dalam tiap kelasnya.
“Jadi total peserta program pelatihan relawan berjumlah 1.000 orang, dimana masing-masing relawan yang dilatih ada 200 orang per harinya. Karena mengingat protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid jadi pelatihan tidak bisa dilakukan serentak terhadap 1.000 orang,” jelas Andre Rahadian, Senin (13/9/2021).
Sekadar informasi bahwa relawan ini berasal dari perwakilan yang dikirimkan organisasi atau ormas yang ada di Kaltim. Untuk total banyak relawan itu masing-masing dari kapasitas ormas ada berapa karena ini tidak bisa dipaksakan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyampaikan, siapapun yang bekerja, pasti ada hal-hal yang mungkin dikira kurang. Namun dalam agenda meningkatkan kapasitas kali ini bukan berarti menilai kinerja relawan jelek.
“Kinerja sudah bagus namun dengan meningkatkan kapasitas itu kiranya para relawan bisa lebih efektif dan efisien sehingga ke depan lebih cepat lagi geraknya melalui materi yang ditambah. Jadi itu maksudnya,” kata Hadi.
Di sisi lain melihat dari angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Samarinda yang kian menurun bukan berarti semua jadi mengabaikan, tetap harus waspada khususnya relawan.
“Karena kita sudah tiga kali mengalami gelombang peningkatan penyebaran Covid-19. Seperti di awal tahun, dan tidak bisa untuk dihindari jika ke depan akan berada di gelombang keempat. Semua sudah siap tetapi kita tidak berharap,” tegas Hadi Mulyadi.
Lebih jauh berbicara terkait potensi besar masuknya varian baru (Mu) Covid-19 di Kaltim, Hadi Mulyadi mengatakan jika itu tidak bisa dilihat, namun anggap saja varian itu sudah ada supaya ke depan tetap waspada.
Hari ini kembali mengupdate para relawan mengenai perkembangan Covid-19. Diberikan juga pemahaman demi meningkatkan kapasitas terkait dengan komunikasi publik karena ini berkaitan dengan masyarakat.
Serta pemahaman mengenai bagaimana cara melaporkan agar semua terdata. Karena data ini merupakan bagian penting bagi pemerintah atau setiap institusi untuk bergerak.

