SAMARINDA: 1.082 personel gabungan dikerahkan dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui pelaksanaan Operasi Lilin Mahakam 2025.
Ribuan personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, instansi pemerintah, hingga organisasi kemasyarakatan.
Hal itu disampaikan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar saat diwawancarai usai Rapat Koordinasi Kesiapan Natal dan Tahun baru 2025/2026, Senin, 15 Desember 2025.
Ia menjelaskan, personel yang dilibatkan merupakan gabungan lintas sektor untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan akhir tahun berjalan aman dan kondusif.
Dari jumlah 1.082 personel tersebut terdiri atas 751 personel Polri, sekitar 231 personel instansi lain, 50 personel TNI, serta 50 personel dari unsur organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum.
Personel TNI yang terlibat berasal dari Kodim dan Denpom, sementara instansi pendukung lainnya meliputi Dishub, Damkar, PLN, Pertamina, serta unsur teknis dan pelayanan publik lainnya.
Polresta Samarinda juga menyiapkan tahapan pengamanan khusus, di antaranya pengamanan gereja, pengamanan malam pergantian tahun, pengamanan objek vital, hingga patroli skala besar gabungan.
Berdasarkan data Operasi Lilin Mahakam 2025, Polresta Samarinda menempatkan personel pada beberapa fokus utama, yakni pengamanan gereja sebanyak 300 personel, pengamanan malam pergantian tahun sebanyak 350 personel, serta penguatan pos terpadu, pos pelayanan dan pos pengamanan.
Selain itu, Polresta Samarinda mendirikan satu Pos Terpadu, dua Pos Pelayanan, dan lima Pos Pengamanan yang tersebar di titik-titik strategis, termasuk pusat keramaian, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, serta jalur utama kota.
Pengamanan juga dilakukan di sepanjang jalur Tepian Sungai Mahakam, mulai dari kawasan pelabuhan hingga sekitar Makorem 091/ASN, dengan melibatkan personel Polsek Samarinda Kota, Polsek Samarinda Ulu, Satlantas, dan Dishub.
Untuk wilayah perairan, Polresta Samarinda menurunkan personel Polairud guna melakukan patroli pengamanan Sungai Mahakam selama malam pergantian tahun, sebagai langkah antisipasi kecelakaan air dan gangguan keamanan.
Sementara itu, sejumlah objek vital nasional turut menjadi prioritas pengamanan, di antaranya Depo Pertamina Samarinda, Bank Indonesia Samarinda, dan Kantor PLN Samarinda, dengan pengamanan gabungan Polri dan TNI.
Dalam upaya memperkuat pendekatan humanis, Hendri Umar juga menyampaikan bahwa Polresta Samarinda akan melibatkan organisasi kemasyarakatan keagamaan, khususnya dari unsur Islam seperti Ansor dan Banser untuk ikut serta dalam patroli dialogis.
“Mereka akan berdialog dengan jemaat dan pengurus gereja, sekaligus membantu pengamanan agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan aman,” jelasnya.
Patroli skala besar gabungan dijadwalkan mulai 19 Desember 2025, melibatkan Polri, TNI, Dishub, serta unsur masyarakat, dengan sasaran utama gereja, pusat keramaian, dan lokasi perayaan Tahun Baru.
“Harapannya, pengamanan Natal dan Tahun Baru di Samarinda bisa berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan dukungan semua pihak,” pungkas Hendri Umar.

