SAMARINDA: Sebanyak 111 siswa-siswi SMA IT Granada Samarinda mengikuti Wisuda Al-Qur’an Angkatan VIII yang mengusung tema “Bil Qur’ani Nartaqi, Fil Jannati Naltaqi” yang bermakna “Dengan Al-Qur’an kita mulia, di surga kita berjumpa”.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Cordova SMP IT Cordova Samarinda dan dihadiri para orang tua, guru, serta jajaran pengurus sekolah, Rabu 11 Maret 2026.
Acara berlangsung khidmat sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para siswa dalam menghafal Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di SMA IT Granada Samarinda.

Kepala SMA IT Granada Samarinda, Abdul Wahab Syahrani, mengatakan wisuda Al-Qur’an merupakan momentum penting dalam perjalanan pendidikan para siswa, karena Al-Qur’an menjadi orientasi utama dalam pembentukan karakter dan spiritualitas mereka.
“Insyaallah hari ini kita menyaksikan anak-anak kita wisuda Al-Qur’an. Bagi kami, yang paling penting dari pendidikan ini adalah bagaimana anak-anak kita memiliki bekal Al-Qur’an dalam hidupnya,” ujarnya.
Menurutnya, hafalan Al-Qur’an diharapkan menjadi kompas kehidupan bagi para siswa di mana pun mereka berada di masa depan.
“Anak-anak kita di mana pun mereka berada, kapan pun mereka melangkah, insyaallah akan berjalan menuju jalan yang diridhai Allah,” katanya.
Abdul Wahab menjelaskan, berdasarkan laporan tim tahfiz, capaian hafalan siswa cukup beragam. Untuk siswa perempuan, tercatat lima siswa telah menghafal 1 juz, 21 siswa 2 juz, dan 25 siswa mencapai 3 juz yang merupakan target minimal.
Selain itu, terdapat pula siswa yang melampaui target, di antaranya empat siswa hafal 4 juz, lima siswa 5 juz, tiga siswa 9 juz, satu siswa 12 juz, satu siswa 15 juz, satu siswa 17 juz, satu siswa 18 juz, serta dua siswa yang berhasil menyelesaikan 30 juz Al-Qur’an.
Sementara itu, capaian hafalan siswa laki-laki juga menunjukkan progres yang baik, dengan 11 siswa menghafal 1 juz, 15 siswa 2 juz, sembilan siswa 3 juz, dua siswa 4 juz, tiga siswa 5 juz, satu siswa 6 juz, dan satu siswa mencapai 10 juz.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mendukung proses pendidikan anak-anaknya, termasuk dalam perjuangan menghafal Al-Qur’an yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran.
“Atas nama pimpinan sekolah, kami mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada SMA IT Granada. Perjuangan anak-anak ini tentu tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua,” ujarnya.
Ketua Komite Sekolah Deny Krestiono juga mengapresiasi perjuangan para siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, hafalan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi siswa, tetapi juga membawa keberkahan bagi keluarga.
“Hafalan Al-Qur’an ini luar biasa. Perjuangan anak-anak dalam menghafal insyaallah akan membawa keberkahan bagi mereka dan juga bagi orang tua,” katanya.
Ia mengingatkan para siswa untuk terus menjaga hafalan yang telah dicapai, karena hafalan Al-Qur’an memerlukan proses murajaah atau pengulangan secara terus-menerus agar tidak hilang.
“Hafalan itu harus dijaga. Kalau tidak dijaga, bisa hilang seperti angin. Karena itu harus terus dibaca dan diulang,” ujarnya.
Menurut Deny, masa SMA merupakan waktu yang sangat penting bagi para siswa untuk memperkuat hafalan Al-Qur’an sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja.
“Kami berharap hafalan yang sudah dicapai minimal tiga juz bisa terus ditingkatkan menjadi 10 juz, bahkan lebih,” katanya.
Kegiatan wisuda Al-Qur’an tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru, terutama saat para siswa memakaikan mahkota kepada ibunya.
Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

