BALIKPAPAN: Pengamanan perayaan Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kalimantan Timur (Kaltim) diperketat.
Sebanyak 3.121 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Lilin Mahakam guna menjamin keamanan, keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun.
Kesiapan pengamanan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Balikpapan, Rabu, 17 Desember 2025.
Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan mobilisasi masyarakat pada periode Nataru tahun ini diprediksi meningkat signifikan.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, sekitar 40 persen penduduk Indonesia diperkirakan melakukan perjalanan liburan akhir tahun, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Stabilnya kondisi sosial dan ekonomi, berkembangnya sektor pariwisata, serta adanya libur nasional dan cuti bersama akan berdampak pada peningkatan mobilitas masyarakat,” ujar Rudy Mas’ud.
Menurutnya, peningkatan tersebut akan berpengaruh langsung pada sektor transportasi darat, laut, dan udara.
Ia secara khusus mengingatkan agar transportasi laut mendapat perhatian serius, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
“Kami mengimbau pihak perhubungan laut agar ekstra waspada. Volume penumpang diprediksi meningkat, sehingga potensi risiko kecelakaan harus diantisipasi sejak dini,” tegasnya.
Rudy Mas’ud juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor, mengingat Kaltim merupakan wilayah strategis dengan mobilitas tinggi, terutama menjelang dan selama libur panjang.
“Seluruh sarana dan prasarana komunikasi harus aktif, kesiapan personel, peralatan, jalur evakuasi, hingga sistem peringatan dini harus benar-benar optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro menjelaskan Operasi Lilin Mahakam akan melibatkan 3.121 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait.
Fokus pengamanan tidak hanya pada lalu lintas, tetapi juga pada pusat keramaian, objek vital, tempat ibadah, serta antisipasi bencana alam.
“Tantangan utama pengamanan Nataru adalah tingginya pergerakan masyarakat serta potensi cuaca ekstrem, banjir, dan longsor. Karena itu, pengamanan dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya.
Senada dengan itu, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono juga memastikan seluruh satuan TNI siap dikerahkan untuk mendukung pengamanan Nataru dan memastikan situasi tetap kondusif.
“Seluruh jajaran siap mendukung pemerintah daerah dan Polri dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat selama libur panjang,” tandasnya.

