SAMARINDA: Aparat gabungan menyiagakan sebanyak 320 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa evaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, yang dijadwalkan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 23 Februari 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi direncanakan dimulai pukul 12.00 Wita.
Namun hingga pukul 15.00 Wita, massa aksi belum terlihat di lokasi.
Meski demikian, tim pengamanan dari Polresta Samarinda hingga Satpol PP telah bersiaga sejak pukul 11.00 Wita di sekitar Kantor Gubernur Kaltim.
Kepala Subbagian Pembinaan Operasi (Kasubbag Binops) Polresta Samarinda, Iptu Harwanto, mengatakan pengamanan telah dipersiapkan sejak siang hari dengan sistem berlapis.
“Untuk aksi unjuk rasa sore hari ini kita siapkan pengamanan dengan jumlah 320 personel. Terdiri dari tim Brimob sekitar 100 personel, kemudian dari Satsamapta Polresta Samarinda termasuk pengamanan tertutup dan terbuka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pola pengamanan dibagi dalam tiga ring.
Ring 1 ditempatkan di pintu masuk utama Kantor Gubernur, Ring 2 di pintu masuk dan keluar lainnya, serta Ring 3 di area belakang dan parkiran.
“Di pintu masuk utama kita tempatkan Dalmas Awal, begitu juga di pintu keluar. Pintu belakang juga kita amankan. Untuk PHH dan Dalmas Lanjut kita siagakan di belakang dan di area parkir,” jelasnya.
Berdasarkan informasi intelijen, jumlah massa aksi diperkirakan mencapai 275 mahasiswa dari berbagai elemen.
“Tetap kita bantu, kita kawal, dan kita amankan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Harwanto menegaskan, pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dalam pengamanan aksi tersebut.
“Kami tidak akan melakukan tindakan yang sifatnya keras. Kami tetap soft dengan adik-adik mahasiswa. Semoga mereka menyampaikan aspirasi dengan tertib dan lancar, dan kami akan kawal sampai selesai,” ujarnya.
Ia juga memastikan pengamanan tetap dilakukan meski aksi berlangsung hingga melewati pukul 18.00 Wita.
“Kalau lewat dari jam 6 sore, tetap kita jagai. Tidak kita dorong, tetap kita kawal bersama,” tambahnya.

