BONTANG: Program pengadaan seragam sekolah yang dijalankan Pemerintah Kota Bontang tak hanya menyasar kebutuhan siswa, tetapi juga dirancang untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui pelibatan ratusan penjahit lokal.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut sekitar 600 penjahit lokal dilibatkan dalam produksi seragam pelajar sebagai bagian dari upaya memperluas dampak program pendidikan.
“Sekitar 600 penjahit lokal di Kota Bontang kami libatkan agar program ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Kerukunan Keluarga Kawanua Bontang periode 2026-2031 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Sabtu, 28 Maret 2026.
Menurutnya, pemerintah kota telah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk memprioritaskan tenaga penjahit dari lokal Bontang agar manfaat anggaran dapat kembali dirasakan masyarakat setempat.
Setelah kontrak dengan penyedia ditandatangani, proses pengerjaan diminta segera dimulai.
Para penjahit akan melakukan pengukuran langsung kepada siswa baru jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Jumlah seragam yang diproduksi melalui program ini cukup besar. Untuk tingkat SMP disiapkan sekitar 9.850 stel, sementara untuk SD mencapai 19.970 stel.
Para siswa nantinya akan menerima paket seragam lengkap sebagai bagian dari program bantuan pendidikan dari pemerintah daerah.
Neni menegaskan, program ini diharapkan mampu meringankan beban orang tua sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM di sektor jasa jahit.
“Kami ingin program ini tidak hanya membantu siswa, tetapi juga membuka ruang usaha bagi masyarakat. Semangatnya adalah memberdayakan UMKM lokal sehingga ekonomi bisa terus bergerak di Bontang,” pungkasnya.
Ia memastikan program tersebut akan dijalankan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pendidikan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

