SAMARINDA: 92 karya hasil tangan siswa SMAN 16 Samarinda dipamerkan di “Pameran Bazar Karya” sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKW).
Karya tersebut menunjukkan proses belajar siswa dari tahap perancangan hingga produk siap ditampilkan ke publik sekolah.

Pameran karya siswa ini berlangsung pada 15–18 Desember 2025 di Gedung C SMAN 16 Samarinda, melibatkan siswa kelas X-1 hingga X-7.
Beragam produk ditampilkan, mulai dari payung, sarung bantal, hingga busana hasil praktik kewirausahaan.
Kepala SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberi pengalaman nyata kepada siswa tentang proses produksi dan pengenalan produk.
“Harapannya ini bisa menjadi jembatan bagi siswa untuk berwirausaha kelak, agar mereka memahami bagaimana sebuah produk dibuat sampai dipamerkan atau dipasarkan,” ujarnya, Senin, 15 Desember 2025.
Menurutnya, pameran karya di lingkungan sekolah berfungsi sebagai sarana strategis untuk menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, serta kemampuan apresiasi siswa terhadap hasil kerja sendiri dan orang lain.
Kegiatan ini didampingi oleh guru pembimbing, Muthmainnah, Besse Halmia Wati dan Asmawati Alang.
Para guru membimbing siswa sejak tahap awal pembelajaran hingga karya siap ditampilkan.
Guru pembimbing PKW, Muthmainnah, menjelaskan bahwa seluruh karya yang dipamerkan melalui proses pembelajaran bertahap.
“Siswa diajarkan mulai dari membuat desain awal sampai menghasilkan karya seperti yang dipamerkan. Mereka tidak hanya membuat, tapi juga memahami prosesnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini bertujuan melatih keterampilan teknis sekaligus pola pikir kewirausahaan siswa sejak dini.
Selama pameran berlangsung, karya siswa mendapat respons positif dari warga sekolah.
Selain sebagai ajang apresiasi, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi hasil pembelajaran PKW yang telah dijalani siswa selama satu semester.
Melalui kegiatan ini, SMAN 16 Samarinda berharap siswa tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan pemahaman dasar untuk mengembangkan usaha mandiri di masa depan.

