

SAMARINDA : Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur tentang infografis kasus suspek campak di Provinsi Kaltim update minggu ke 2 tanggal 15-21 Januari 2023. Kota Samarinda berada di zona merah dengan temuan 11 kasus suspek campak.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Ahmat Sopian Noor mengharapkan Pemkot Samarinda untuk meningkatkan pemberian imunisasi rutin termasuk imunisasi campak-rubela terhadap anak-anak yang belum diimunisasi.
Mengingat, kata Ahmat Sopian Noor trend kasus suspek campak yang terjadi di masyarakat didominasi oleh anak-anak yang belum melakukan imunisasi. Hal tersebut tentunya harus segera direspon cepat oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam hal ini dinas kesehatan untuk menggencarkan pemberian imunisasi.
“Harusnya OPD terkait meningkatkan pemberian imunisasi terutama bagi anak yang belum diimunisasi,” ungkapnya saat ditemui awak media di Sekretariat DPRD Samarinda, Kamis (2/2/2023).
Selain itu, politisi Partai Golkar itu mendorong Pemkot Samarinda melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi yang masif kepada masyarakat atau orang tua yang memiliki anak belum diimunisasi agar segera mendapatkan imunisasi.
Lebih lanjut, dirinya juga mengingatkan kepada masyarakat jika menemukan gejala demam disertai dengan ruam atau bercak kemerahan terutama pada anak di bawah usia 5 tahun, agar segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Tindakan pencegahan juga harus dilaksanakan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan tempat tinggal,”tuturnya.

