

SAMARINDA : Dalam kegiatan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang), penting diberikan pemahaman kepada masyarakat agar aspirasi usulan pembangunan dalam Musrenbang tidak hanya berfokus pada pembangunan sektor fisik, tapi pembangunan sektor non fisik seperti pemberdayaan masyarakat juga perlu diperhatikan.
Demikian Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti, dalam Musrembang tingkat Kecamatan Samarinda Ulu yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Samarinda Ulu Jalan Juanda, Selasa (7/2/2023).
Puji sapaan akrabnya menerangkan, mandatory undang-undang mengatur pelaksanaan Musrenbang, tidak hanya mengakomodir pembangunan infrastruktur. Namun pembangunan seperti sektor pemberdayaan masyarakat meliputi pembangunan pendidikan, kesehatan dan ekonomi menjadi salah satu eskalasi fokus pembangunan.
“Sejauh ini masyarakat kota mayoritas usulan pembangunannya berkaitan dengan infrastruktur saja terus. Namun pembangunan SDM nya kurang, oleh sebab itu perlu dibangun pemahaman di masyarakat,” terangnya.
Dirinya menilai beberapa ruang penyalur aspirasi masyarakat seperti reses (serap aspirasi) DPRD, Musrenbang hingga Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Porbebaya) Pemkot Samarinda. Dimanfaatkan masyarakat pada titik usulan yang berorientasi pada pembangunan fisik.
Sehingga pembangunan daerah belum mampu mencapai kata keberhasilan yang sempurna jika tidak didukung dengan pembangunan SDM yang berkualitas.
Misal dijelaskan infrastruktur yang dibangun akan tidak maksimal penggunaannya jika tidak mampu dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat maka sifat pembangunannya dirasakan masyarakat hanya dalam jangka pendek.
“Keseimbangan pembangunan SDM juga perlu didahulukan seperti sektor pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar politisi Demokrat itu.

