
BONTANG : Permasalahan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Bontang bak benang kusut. Kebanjiran BBM jenis solar yang diklaim Pertamina berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan dengan fenomena antrean mengular masih terus terjadi.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang, Rustam mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta, guna membahas terkait permasalahan BBM di Kota Bontang.
“Kami akan ke BPH Migas, kunjungan telah di jadwal pekan depan,” ujarnya kepada wartawan saat di jumpai di ruang kerjanya, Selasa (7/2/2023) sore.
Nantinya melalui kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Kota Bontang akan meminta untuk dilakukan penambahan kuota BBM yang selama ini menjadi aspirasi para pengemudi kendaraan roda empat.
Selanjutnya hasil dari kunjungan tersebut, rekomendasi yang diberikan BPH Migas akan diberikan kepada Pertamina yang berkantor di Balikpapan.
“Hasilnya kami akan teruskan ke Pertamina Balikpapan,” jelasnya.
Ia menerangkan, perjuangan pihaknya untuk menaikan atau menambah kuota BBM di Kota Bontang, sebab dampak dari antrean yang mengular mengganggu aktivitas penggunaan jalan, kerusakan infrastruktur daerah hingga kehilangan omset bagi para pengusaha travel akibat waktu yang dibuang percuma untuk memperoleh bahan bakar.
“Memang kemarin ada penambahan, itu pertalite, tapi untuk solar masih terbatas. Buktinya masih ada terus antrean BBM, meski di bilang kuota solar lebih dari cukup oleh Pertamina,” jelasnya.
Menurutnya, jika BBM di Bontang yang disuplai cukup besar, seharusnya Pertamina mampu membuktikan hal tersebut dengan data yang akurat.
“Kalau mengantre seperti ini, emang BBM siapa yang minum. Pertamina harus bisa cari tahu itu, jangan sampai ada kebocoran yang terjadi,” tandasnya.

