SAMARINDA : Wali Kota Samarinda Andi Harun kembali menyampaikan tujuan besarnya terhadap keberlangsungan lingkungan Kota Tepian yang berkelanjutan di masa depan. Dirinya mencanangkan Kota Samarinda pada tahun 2026 akan bebas alias tidak ada lagi zona pertambangan.
Hal demikian disampaikan Andi Harun ketika ditemui usai kegiatan peresmian Gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Juanda Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (7/2/2023).
Andi Harun menegaskan Samarinda tidak boleh lagi memiliki zona tambang pada tahun 2026. Memastikan hal tersebut pihaknya telah membuat satu rancangan peta kota dan masuk pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda.
“Kami telah membuat satu rancangan peta RTRW Kota Samarinda yang mana mulai tahun 2026 Samarinda akan bebas zona tambang,” ucapnya.
Disebutkannya peta tersebut merupakan satu peta yang sama digunakan dengan pemerintah pusat ataupun pemerintah provinsi yang memiliki kesesuaian dalam hal penerapan implementasi kebijakan di daerah.
Peta tersebut dijelaskannya menjadi produk pemerintah yang memiliki kekuatan hukum sehingga ke depannya mulai tahun 2026 hingga pergantian pemimpin wali kota tidak bisa lagi memberikan izin kegiatan tambang.
“Untuk saat ini memang masih ada IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan itu diberikan oleh negara (pemerintah pusat). Kita start tahun 2026 tidak ada lagi zona tambang, jadi ketika nanti mau klik izin pertambangan tidak bisa lagi karena peta kota bebas tambang,” tuturnya.
Lebih lanjut orang nomor satu di Samarinda itu menerangkan langkah besar yang diambilnya mengatasnamakan kepentingan masyarakat Kota Tepian serta lingkungan hidup orang-orang di masa depan.
Diungkapkannya sudah terlalu cukup puas dan muak terhadap aktivitas industri mega tersebut berdampak kepada kerusakan lingkungan dan hanya mempertebal dompet segelintir manusia saja. Namun, dirinya juga tidak bisa menampik bahwa pertambangan sebagai sektor penerimaan pendapatan daerah yang besar.
Meski demikian dikatakannya pemerintah sudah harus mulai menggeser paradigma agar tidak terus bergantung pada sumber pendapatan dari fosil atau energi yang tidak dapat diperbaharui sehingga akan habis dikemudian hari.
“Kita akan fokus terhadap energi terbarukan dan Kota Samarinda sebagai kota perdagangan atau industri,” terangnya.

