

SAMARINDA : Mewujudkan wilayah Kota Tepian bebas dari kawasan kumuh, program kota tanpa kumuh (Kotaku) yang digagas pemerintah kota pada awal tahun 2022 telah memperlihatkan dampak positif yang signifikan dengan menurunnya angka kawasan kumuh di Kota Samarinda serta menjadi solusi pembenahan pembangunan
Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Subandi saat menjadi salah satu narasumber pada dialog publik bertajuk rencana Pemkot Samarinda mengubah kota bebas dari kumuh, Rabu (8/2/2023).
“Saya mengapresiasi kinerja pemkot yang mewujudkan Samarinda bebas kumuh. Program Kotaku yang gencar dilakukan oleh Pemkot menghasilkan dampak signifikan yakni turunannya angka kawasan kumuh seluas 45 hektar di Samarinda,” tuturnya.
Politisi kelahiran Sukoharjo 25 Maret 1974 itu menilai kondisi wilayah pemukiman dengan kualitas lingkungan yang buruk dan tidak sehat di wilayah Kota Tepian. Telah banyak diwujudkan menjadi kawasan dengan tata ruang yang rapi, aman, nyaman dan lestari.
Diungkapkan, mewujudkan kota bebas kumuh menjadi konsekuensi jajaran pemerintah untuk melaksanakan tanggung jawab kepentingan rakyat. Sebut Subandi, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) utamanya dinas terkait harus menjalin sinergitas yang baik dalam percepatan program Kotaku.
Kemudian juga salah satu indikator penting lainnya adalah membangun pemahaman kepada masyarakat agar dapat memandang penting menciptakan tata ruang kota yang rapi, sehat, aman dan nyaman.
“Sinergitas yang baik setiap stakeholder serta peran dan pemahaman masyarakat yang tinggi akan lingkungan yang sehat tentunya akan berimplikasi pada kota yang bebas kumuh dengan taraf harapan hidup dan kualitas kehidupan yang layak akan terwujud,” jelasnya.

