

SAMARINDA : Penanggulangan masalah banjir di Kota Samarinda tidak hanya menjadi kewenangan ataupun konsekuensi pemerintah saja, tetapi membutuhkan tanggung jawab semua pihak termasuk peran dan kesadaran masyarakat.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Samri Shaputra mengatakan sejauh ini program Pemkot Samarinda telah banyak mengurai permasalahan banjir di Kota tepian, yakni mulai dari pembangunan drainase, peningkatan badan jalan, membangun kolam retensi atau serapan hingga normalisasi sungai.
Namun, sebut Samri sapaan akrabnya mengungkapkan untuk mengentaskan permasalahan akut Kota Tepian (banjir) tersebut secara keseluruhan dibutuhkan peran dan kesadaran dari masyarakat.
“Persoalan banjir tidak akan terjadi jika masyarakat sebelumnya sadar untuk tidak melakukan pemetaan lahan, kemudian membangun rumah di bantaran sungai, mendirikan bangunan tanpa mengikuti aturan lingkungan,” ungkapnya saat ditemui awak media, Jumat (10/2/2023).
Diutarakan selain kesadaran, peran aktif masyarakat juga diperlukan dalam membawa penanggulangan banjir mencapai kata berhasil. Terdampak secara langsung ataupun tidak, setiap masyarakat hendaknya tidak boleh merusak ekosistem lingkungan yang telah terbentuk secara alami.
Kemudian kesadaran untuk merawat lingkungan yang berkelanjutan juga diperlukan, misal kata dia, seperti tidak membuang sampah sembarang, tidak melakukan pembangunan yang membuat sungai menjadi sempit serta menutup parit-parit.
Lebih lanjut Politisi Fraksi PKS itu mendorong pengawasan dari pemerintah serta masyarakat agar segala tindakan masyarakat yang dapat menimbulkan masalah banjir dapat dicegah sedari mungkin.
“Artinya masyarakat juga perlu diawasi sebab jika ada satu yang mulai, akan diikuti oleh masyarakat yang lainnya. Misal ada yang membangun di pinggir sungai dari awal harus saling diawasi dan dilarang,” tegasnya.
Hal itu juga untuk mencegah permasalahan menjadi lebih besar, luas serta kompleks sehingga pemerintah tidak akan membutuhkan sumber daya yang besar dalam proses penyelesaiannya di kemudian hari.

