SAMARINDA : Bekerja sama dengan Balai Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Banjarmasin Provinsi Kalsel dan Kementerian Kominfo RI, sebanyak 2.120 aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN di lingkungan Pemkot Samarinda mengikuti kegiatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital berkaitan dengan pelatihan umum, teknis dan fungsional.

Pelatihan dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda, di Hotel Mercure Samarinda Jalan Mulawarman, Senin (13/2/2023), dibuka oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun,
Wali Kota Andi Harun dalam kesempatan tersebut mengatakan, menghadapi era distrupsi dan perubahan dunia, pemerintah terus berupaya mewujudkan smart ASN dan non ASN dengan melakukan pengembangan terhadap sumber daya manusia (SDM).
“Peningkatan kualitas SDM aparatur pemerintah kota perlu dilakukan untuk mengadaptasi perubahan lingkungan. Sumber daya aparatur yang berkualitas menjadi syarat untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan mutu pelayanan publik,” ujarnya.
Mengacu pada Peraturan Lembaga Administrasi Negara (PerLAN) Nomor 5 tahun 2018 tentang Pengembangan Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan pengembangan meliputi pendidikan dan pelatihan (Diklat) dan bimbingan teknis (Bimtek) yang dilaksanakan BKPSDM Samarinda pada APBD murni tahun 2023 itu diikuti oleh 2.120 ASN dan non ASN.
Terdiri dari pengembangan junior officer operator sebanyak 135 orang (sedang berjalan 45 orang), sistem manajemen layanan teknologi informasi 180 orang (sedang berjalan 60 orang), pelatihan public speaking 345 orang, CPNS lulusan STAN sebanyak 22 orang.
Kemudian safety riding Patwal VVIP sebanyak 10 orang, Diklat PPNS dua orang, Diklat Perencanaan 20 orang, Diklat penilaian barang milik daerah tiga orang, Diklat legal drafting dua orang, jabatan fungsional bidan pengangkatan pertama 8 orang, Diklat pengelola limbah B3 satu orang, uji kompetensi jabatan fungsional 10 orang.
Orientasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sebanyak 1.050 orang (sedang berjalan 391 orang), pelatihan kepemimpinan pengawas 80 orang, pelatihan KA 30 orang, barang jasa 20 orang, pengelolaan parkir dua orang, pengendalian lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) dua orang, Bimtek IT empat orang, jabatan administrator penilaian kompetensi 180 orang, assessment JPT (jabatan pimpinan tinggi) dua orang dan bendahara sebanyak empat orang.

