SAMARINDA : Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kaltim M Sa’duddin mengungkapkan jumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) digital di Kaltim ditargetkan bertambah 10 persen untuk setiap tahunnya.
“Sesuai target kami di RPJMD 2018-2023 ada peningkatan pertambahan 10 persen jumlah UMKM yang digital,” kata Sa’duddin di Samarinda, Senin (13/2/2023).
Ia menyebut, peningkatan jumlah UMKM digital pada tahun 2022 lalu sangat banyak. Faktor utamanya karena pandemi Covid-19 yang memaksa pemerintah untuk membatasi kegiatan masyarakat.
“Banyak pelaku UMKM yang tadinya warung jadi berpindah ke platform digital karena pandemi Covid-19 dagangan banyak yang tidak laku,” terangnya.
Sa’duddin juga mengatakan, upaya peningkatan jumlah UMKM digital terus dilakukan seperti bekerja sama dengan platform e-commerce dan menghire konsultan khususnya dalam bidang digital.
Menurutnya, berjualan secara digital dapat menjangkau target pelanggan dengan lebih efisien dan efektif karena bisa merangkul konsumen secara lebih cepat, tepat dan luas.
“Di era yang serba digital sekarang ini, pemasaran digital sangat berperan penting dalam memasarkan suatu usaha, bahkan sekarang ini sudah ada yang namanya kampus Shopee. Itulah yang kami kerjasamakan agar para pelaku UMKM maupun IKM terus bangkit melalui penjulan produk secara online,” tegasnya.
Ia berharap, seluruh UMKM untuk ikut e-katalog di pemerintahan, dimana saat ini sudah banyak pengadaan yang telah dilaksanakan melalui e-katalog.
“Kehadiran e-katalog atau aplikasi belanja dalam jaringan yang diterbitkan lembaga pengadaan barang/jasa pemerintah, khusus bagi setiap pemerintah daerah merupakan peluang besar yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Kaltim, sehingga kita mendorong UMKM agar lebih dikenal, berdaya saing dan bisa semakin berkembang,” pungkasnya.

