BONTANG : Upaya percepatan penurunan stunting (pertumbuhan anak tidak normal) menjadi program prioritas dan terus dilakukan Pemerintah Kota Bontang. Karena angka stunting Kota Bontang saat ini, berada diangka 22 persen,masih jauh dari target nasional 14 persen di tahun 2024.
Wakil Wali Kota Bontang Najirah, yang juga Ketua Satgas stunting menjelaskan, untuk bisa menurunkan angka stunting, pihaknya belum lama ini, melakukan studi tiru ke Sumedang. Sebab daerah Sumedang, berhasil menurunkan stunting dari 32 persen menjadi 8 persen dalam kurun waktu satu tahun.Hasil kunjungan tersebut, Pemkot Bontang akhirnya menemukan cara untuk penanganan stunting, yaitu dengan pola bapak asuh.
“Sumedang menggunakan bapak asuh, dan efektif menurunkan angka stunting daerahnya,” jelasnya kepada awak media, usai mengikuti kegiatan pembukaan turnamen Sepak Bola Damkar Cup I di Lapangan Bessai Berinta Bontang, Rabu (15/2/2023).
Namun kata Najirah ,sebelum menerapkan sistem bapak asuh, pemkot lebih dulu akan melakukan pendataan agar mengetahui jumlah rill angka stunting di Bontang.
Sebab selama ini data tersebut belum jelas, karena pendataan stunting belum menjangkau merata di seluruh kelurahan.
“Kita masih verifikasi ulang data, sebab belum valid,” tambahnya.
Pola asuh ini akan melibatkan unsur TNI-POLRI, perusahaan swasta dan Pemerintah Kota Bontang, dengan dilakukan pemetaan wilayah yang didasarkan pada jumlah dan banyak anak terdampak stunting.
“TNI-POLRI dan perusahaan-perusahaan akan bertanggung jawab memberikan makan bergizi kepada anak-anak. Kita beri target dalam jangka waktu tertentu jika bisa menurunkan angka stunting akan diberi apresiasi,”tandasnya.

