

SAMARINDA : Anggota DPRD Kota Samarinda Anhar menyampaikan kritikannya terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda seharusnya tidak pilih kasih untuk melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tepian Mahakam Samarinda.
Hal itu menyusul upaya Pemkot Samarinda melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang tengah gencar melakukan penertiban kepada sejumlah PKL di area Jalan Gajah Mada, segmen depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Penertiban tersebut demi mendukung langkah Pemkot Samarinda yang pada tahun ini (2023) akan mulai melakukan penataan Tepian Sungai Mahakam dan digadang-gadang menjadi Teras Samarinda dengan konsep modern di masa depan.
Namun, Anhar menegaskan penertiban yang berdasarkan aturan rencana untuk ruang terbuka hijau (RTH) tersebut hendaknya diberlakukan sama kepada seluruh segmen kawasan Tepian Mahakam yang telah direncanakan seperti sampai di lokasi keberadaan Marimar segmen Jalan Slamet Riyadi.
“Kenapa pedagang yang kecil-kecil ditertibkan, tapi Marimar tidak ?. Dulu sudah pernah ada rencana penutupan, sekarang kenapa tetap dipertahankan ?. Apa hebatnya mereka,” ungkap Anhar saat ditemui di Gedung Sekretariat DPRD Samarinda, Rabu (5/4/2023).
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda itu menjelaskan dalam rangka mengimplementasikan visi misi pemerintah terhadap tujuan pembangunan di kawasan Tepian Mahakam patut dilakukan secara keseluruhan tanpa tebang pilih.
Menurutnya kebijakan pemerintah jangan hanya tajam kepada pedagang masyarakat kecil namun mandul terhadap usaha atau bangunan berskala besar.
Dirinya meminta Pemkot Samarinda mengambil langkah tegas yang dapat memberikan kebijakan yang objektif, tanpa harus membeda-bedakan kepentingan suatu kelompok.
“Jangan hanya PKL dari masyarakat kecil saja yang ditertibkan, itu Marimar berani tidak juga ditertibkan,” ujar politisi PDI-P tersebut.
“Kemudian juga Hotel Harris dan Bigmall Samarinda juga menjadi perhatian dan catatan kita bersama, apakah mereka tidak melanggar garis sepadan sungai, itu perlu diperiksa juga,” sambungnya.

