
SAMARINDA: Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Nidya Listiyono menegaskan bahwa ia tidak setuju dengan usulan Hotel Atlet dijadikan perpustakaan.
Sebaliknya ia mengusulkan pembangunan perpustakaan baru yang lebih representatif.
“Saya tidak setuju, tidak usah itu dirubah strukturnya, justeru saya sarankan lebih baik perpustakaan itu di buat baru yang lebih reperesentatif,” ucapnya.saat diwawancarai langsung usai acara Penyebarluasan Peraturan Daerah Ke-11 Provinsi Kaltim, Minggu (8/10/2023).
Nidya menjelaskan bahwa Hotel Atlet memiliki struktur bangunan yang berbeda dari perpustakaan biasa, sehingga jika diubah menjadi perpustakaan, akan memerlukan upaya rehabilitasi yang mahal.
“Lebih baik membangun perpustakaan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Selanjutnya, Politisi Partai Golkar tersebut mengusulkan lokasi pembangunan perpustakaan baru bisa berada di wilayah kompleks stadion Sempaja atau Kadrie Oening.
“Dengan lokasi yang strategis ini, masyarakat tidak hanya dapat mengakses perpustakaan, tetapi juga dapat menikmati fasilitas lain seperti akomodasi penginapan, kegiatan olahraga, kuliner, dan tentunya membaca,” imbuhnya.
Usulan Listiyono ini bertujuan untuk menciptakan perpustakaan yang lebih modern, fungsional, dan dapat melayani masyarakat dengan lebih baik, sambil memanfaatkan potensi wisata dan rekreasi di sekitarnya. (*)

