
SAMARINDA: Kepala Dinas Diskominfo Staper Kutim melalui Bidang IKP dan Kehumasan Lisa Komentin mengungkapkan keberadaan media sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Termasuk dalam menyampaikan aspirasi maupun permasalahan publik. Mereka lebih senang menyampaikan langsung di media sosial, baik itu Facebook, Instagram termasuk Twitter karena akan langsung mendapatkan respon dan jadi atensi publik atau bahasa sekarang viral,” tutur Lisa.
Dalam menghadapi era keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi, Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) berusaha memberikan solusi terkini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses informasi.
Seiring dengan itu, diluncurkanlah Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!), sebuah aplikasi yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aduan, laporan, dan aspirasi terkait layanan publik.
Meski demikian, hingga saat ini, layanan tersebut belum optimal digunakan. Masyarakat cenderung lebih memilih media sosial sebagai saluran untuk menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi.
Dalam upaya mengatasi tantangan ini, Lisa Komentin mengungkapkan bahwa Diskominfo telah menciptakan trobosan inovatif yang diberi nama “Omni Chanel.”
Ini merupakan layanan terintegrasi yang memadukan aduan, pelaporan, dan kedaruratan yang disampaikan melalui media sosial, termasuk WhatsApp.
Layanan ini, yang diberi nama “Kutim Siaga,” diintegrasikan dalam SP4N LAPOR! dan Quick Respon 112 untuk memastikan respons yang cepat dan efektif terhadap setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Layanan ini untuk memudahkan masyarakat yang selama ini mengadukan atau melaporkan kedaruratan terkait persoalan layanan publik melalui media sosial atau pesan singkat. Ini akan langsung terintegrasi baik melalui SP4N LAPOR! maupun Quick Respon 112,” ucapnya.
Pada peluncuran resmi layanan ini, Wakil Bupati Kasmidi Bulang dan Kepala Diskominfo Staper Ery Mulyadi menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap pelayanan publik yang efektif dan efisien, Kamis (16/11/2023).
Dengan adanya Kutim Siaga, diharapkan penanganan permasalahan publik dapat dilakukan lebih cepat dan lebih tepat, menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat Kutai Timur. (*)

