
KUTIM: Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) Kalimantan Timur (Kaltim) Ronny Bonar menghadirkan terobosan baru dalam upaya mengatasi masalah stunting di Kutim.
Namun, perjalanan DPPKB tidaklah mudah, sebab data yang diperoleh sering kali dipertanyakan keabsahannya.
“Kadang kita bingung, benarkah data stunting yang kita dapat itu real?” ujar Ronny Bonar saat ditemui, Kamis (23/11/2023).
“Dari situlah aplikasi stunting ini dilandasi karen kurang validnya data,” tambahnya.
Menurutnya, langkah ini awal untuk menggali potensi aplikasi stunting yang bukan hanya memenuhi kewajiban, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan secara efektif.
“Harapannya, aplikasi ini dapat menjadi yang pertama di Indonesia, membuktikan validitasnya dengan item tertentu yang tidak dimiliki daerah lain,” ucapnya.
Selanjutnya, data dari hasil aplikasi stunting kemudian akan dilakukan tindakan Audit Kasus Stunting (AKS).
“Contohnya, seorang anak yang teridentifikasi mengalami stunting akan langsung mendapatkan intervensi dari dokter anak atau ahli gizi. Langkah ini bertujuan untuk menangani permasalahan kesehatan anak secara lebih personal dan efisien,” ulasnya.
Selain itu, ia pun mengungkap saat pertemuan antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat dengan Gubernur Kalimantan Timur masa jabatan 2018-2023, Isran Noor di Balikpapan beberapa bulan yang lalu.
Isran Noor menyampaikan keprihatinan bahwa meskipun daerahnya telah mencapai prestasi dalam lima dari tujuh indikator ekonomi, namun Kaltim masih dihantui oleh kemiskinan ekstrem dan tingginya angka stunting.
“Dari 7 indikator ekonomi Kalimantan Timur itu sudah memenuhi yang 5 artinya sudah mengalami peningkatan terbaik. Tapi dikatakan mempunyai kemiskinan ekstrem dan stunting yang tinggi, yang tapi bontang tingkat kemiskinannya ektrem 0 tapi tingkat stuntingnya tinggi. Padahal stunting logikanya kurang gizi,” ucapnya.
Dengan aplikasi stunting, DPPKB berkomitmen untuk merubah paradigma dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan anak-anak Kutai Timur. (*)

