JAKARTA: Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik mengaku siap melaksanakan arahan pusat dalam pengendalian inflasi di daerah.
Caranya dengan terus melakukan kolaborasi pihak terkait, mulai distributor, agen, Bulog, retail modern, termasuk dengan mitra-mitra di daerah penyuplai pasokan.
“Kaltim juga telah membuat inovasi berupa toko penyeimbang, yaitu Toko Sigap (Siap Jaga Harga dan Pasokan) yang sudah kami resmikan pada Minggu, 3 Maret kemarin,” kata Akmal.
Hal itu ia katakan saat menghadiri Rapat Koordinasi HBKN Puasa – Idulfitri Tahun 2024 yang dinisiasi oleh Badan Pangan Nasional di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Senin (4/3/2024).
Rapat tersebut bertujuan untuk mencermati dinamika pangan pokok strategis serta dalam upaya pengendalian pasokan, harga dan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) (Bulan Ramadan dan Idulfitri).
Akmal mengaku, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Disperindagkop dan UKM bekerja sama dengan Pemerintah Kota Samarinda dan Bulog terus menggelar operasi pasar di sejumlah titik.
Rabu pekan lalu misalnya, operasi pasar kelima digelar di Pasar Segiri dengan total 21.000 kg (4.200 sak @ 5kg) dan operasi sebelumnya sudah dilakukan di Pasar Merdeka, Lempake, Sungai Dama dan Sempaja dengan total 35.000 kg (7.000 sak @ 5 kg).
Ia mengungkapkan, rencana operasi selanjutnya yakni di Kecamatan Sambutan dan sejumlah titik lainnya pada bulan puasa.
“Mudah-mudahan kita bisa terus menjaga inflasi ini dengan baik,” harapnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam arahannya mengingatkan pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan oleh pemerintah pusat saja, juga harus ada kolaborasi dengan semua komponen terkait dan tentu saja dukungan para kepala daerah.
“Pengendalian inflasi bukan hanya kerja pemerintah pusat, tapi juga daerah, melalui koordinasi para kepala daerah,” tegasnya.
Ia mengaku, jelang puasa dan Hari Raya Idulfitri umumnya akan ada ada perubahan konsumsi di masyarakat sehingga perlu antisipasi terutama bagi para kepala daerah yang belum pernah menghadapi situasi jelang hari rava seperti saat ini. Termasuk para Pj Gubernur dan Bupati/Wali Kota.
Mantan Kapolri itu juga meminta para kepala daerah untuk terus menjaga situasi keamanan dan politik di daerah masing-masing.
“Yang agak rawan kalau harga naik tinggi atau langka. Kita harus menjaga agar masyarakat, khususnya umat muslim bisa melewati bulan puasa dan Idulfitri dengan baik,” pesannya.
Para kepala daerah juga diimbau mewaspadai suasana arus mudik dan arus balik.
Tahun ini, Mendagri mengungkapkan target inflasi nasional terendah pada angka 1,5 persen dan tertinggi 3,5 persen.
“Sekarang angkanya very good number, 2,75 persen. Ini yang harus kita jaga, terutama jelang puasa dan hari raya,” tuturnya.(*)

