SAMARINDA: Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Fadhli Fakhri Fauzan menyebut sebanyak 76,6 persen masyarakat merasa Pemkot Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) di bawah kepemimpinan Andi Harun, sudah cukup berhasil dalam mengatasi berbagai persoalan yang ada di Kota Tepian.
“18 persen masyarakat merasa sangat berhasil dan 3,9 persen mengaku kurang berhasil,” kata Fadhli.
Hal itu ia katakan pada Konferensi Pers Hasil Temuan dan Analisis Survei Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Samarinda “Satu Periode Kota Samarinda Di Kepemimpinan Andi Harun” di Warkop Bagios, Jalan Basuki Rahmat, Kota Samarinda, Rabu (17/4/2024).
“Jadi 7 bulan sebelum pilkada serentak november 2024, hampir semua daerah nuansa kontestasi politiknya semakin terasa, termasuk di Samarinda sebagai Ibu Kota Kaltim,” tuturnya.
Dirinya mengungkapkan, pihaknya melakukan survei dengan mengambil jumlah sampel sebanyak 600 responden dalam kurun waktu satu minggu, mulai dari 25-31 Maret 2024.
“96,4 persen masyarakat menilai sangat puas atas kepimpinan Andi Harun bersama wakilnya Rusmadi Wongso, berbanding tipis dengan masyarakat yang merasa cukup puas, yakni 81,6 persen,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fadhli mengatakan kepribadian tidak menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat untuk memilih kepala daerah dimana hanya 14,5 persen masyarakat yang mempertimbangkan hal tersebut.
“70 persen masyarakat di Samarinda cenderung memilih pemimpin yang dinilai mampu memecahkan berbagai masalah,” ucapnya.
Selain itu, sebanyak 61,5 persen masyarakat mengaku cukup puas atas keberhasilan Andi Harun dalam mengatasi permasalahan banjif.
Sebanyak 53,4 persen cukup puas dalam persoalan lapangan pekerjaan.
Sebanyak 87,9 persen cukup puas atas air bersih dan 70,3 persen cukup puas atas Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“Khusus kemacetan dan parkir liar ini masyarakat merasa kurang puas, dengan kemacetan sebanyak 51,4 persen dan parkir liar sebanyak 57,3 persen,” sebutnya.
Ia menambahkan, 87,5 persen cukup puas dalam permasalahan peningkatan jalan lingkungan.
Sementara 88,9 persen cukup puas atas revitalisasi pasar tradisional, 87 persen cukup puas dalam pelayanan publik dan 90,2 persen cukup puas atas pemberdayaan RT se-Kota Samarinda.(*)

