BONTANG : Pasangan bakal calon Wali Kota Najirah Darma-Muhammad Aswar, mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis, (29/8/2024) sore.
Pendaftaran mereka menjadi yang terakhir dalam rangkaian pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) untuk Pilkada Bontang 2024.
Dengan mengenakan kostum seragam jaket bomber berwarna hitam, merah, dan putih, pasangan ini diiringi oleh ribuan pendukung yang memadati area sekitar kantor KPU.
Massa pendukung yang didominasi oleh seragam merah putih dan biru, menunjukkan dukungan yang solid untuk pasangan yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gelora dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Ketua KPU Bontang Muzarroby Renfly, dalam sambutannya menyatakan, pendaftaran Bapaslon telah dibuka sejak 27 Agustus dan akan ditutup hari ini tepat jam 23.59 Wita.
“Hari ini sudah ada empat Bapaslon yang mendaftarkan diri sesuai dengan surat yang telah kami terima. Kami juga telah menerima dokumen pencalonan dari seluruh Bapaslon,” ujar Muzarroby.
Ia berharap agar seluruh bapaslon, tim pemenangan, serta relawan menjaga kondusivitas selama Pilkada Bontang berlangsung sehingga tercipta Pilkada yang sehat.
Dalam sambutannya, Najirah menyampaikan harapannya agar proses pendaftaran berjalan lancar dan semua dokumen yang diserahkan telah memenuhi syarat yang ditentukan.
“Kami akan mematuhi aturan yang ada dalam Pilkada ini, Semoga berkas yang hari ini kami serahkan sudah memenuhi syarat,” ujar Najirah yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Bontang.
Mengusung tagline “Bontang Juara” (Jujur, Amanah dan Merakyat), pasangan ini berkomitmen untuk menjadikan Bontang sebagai kota juara melalui peningkatan sumber daya manusia, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Target kami paling tidak 65 persen suara yang harus kami capai untuk memenangkan Pilkada ini,” ucapnya saat konferensi pers.
Keyakinan ini semakin kuat melihat antusiasme masyarakat yang mengantar mereka ke KPU, dengan perkiraan jumlah massa mencapai 5.000 orang.
Sementara itu, Muhammad Aswar menegaskan bahwa keputusannya berpasangan dengan Najirah didasari oleh kecocokan.
“Ini persoalan hati. Saya cocok dengan beliau,” tegas Aswar.(*)

