BONTANG : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang menggelar Rapat Pleno terbuka untuk pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bontang di Halaman Kantor KPU Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (23/92/2024).
Empat paslon resmi ditetapkan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) KPU nomor 205/2024 yang diputuskan dalam Rapat Pleno tertutup sehari sebelumnya, Minggu (22/9/2024).

Proses pengundian dilakukan secara transparan dan tertib, hanya dihadiri oleh maksimal 15 orang dari masing-masing tim pendukung paslon serta media yang telah mendapat ID card khusus.
Pengambilan nomor urut dimulai dengan mengambil nomor antrean dari wishball yang tersedia berdasarkan urutan pendaftaran di KPU.
Terdapat nomor 1-14 yang diambil secara bergantian oleh masing-masing wakil Paslon.
Setelah itu, tiap paslon bergantian menunjukkan nomor antrean secara acak, pada kesempatan itu, Agus mendapat antrean nomor 4, Chusnul nomor 7, Nasrullah nomor 10 dan Aswar nomor 1.
Selanjutnya, berdasarkan nomor antrean yang diperoleh dimulai dari nomor terkecil, Paslon mengambil nomor urut secara bergantian.
Dalam pengundian tersebut, pasangan Basri Rase-Chusnul Chihin mendapatkan nomor urut 1, Sutomo-Nasrullah nomor urut 2, Najirah-Aswar nomor urut 3, dan Neni-Agus nomor urut 4.
Hasil pengundian ini dituangkan dalam berita acara yang langsung ditetapkan dengan keputusan KPU Bontang dan salinan keputusannya disampaikan kepada seluruh Paslon serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Keputusan penetapan nomor urut ini resmi berlaku sejak 23 September 2024.
Ketua KPU Bontang, Muzarroby Renfly, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para paslon atas penetapan nomor urut mereka.
“Selamat atas penetapan nomor urut bagi keempat Paslon,” ucapnya dalam sambutan.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kedamaian dan keamanan selama masa kampanye hingga pemungutan suara, mengingat pentingnya menjaga stabilitas kota agar tetap aman, nyaman, dan tertib.
“Kita semua berharap Pilkada 2024 dapat berjalan lancar tanpa adanya gesekan atau konflik. Mari bersama-sama menjaga Kota Bontang tetap damai,” tutup Muzarroby.(*)

