SAMARINDA: Misi dagang dan investasi antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan pencapaian luar biasa.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada awal Mei 2025, total nilai transaksi yang tercapai mencapai Rp1 triliun.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk simbiosis mutualisme yang nyata antara dua provinsi strategis di Indonesia.
“Ini sangat luar biasa. Transaksi misi dagang dan investasi sudah mencapai Rp1 triliun. Kami masih banyak membutuhkan produk dari Jatim untuk dibawa ke Kaltim,” ujar Rudy.
Rudy mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, yang dinilainya sangat cerdas membaca potensi pasar.
Ia menyebut Kaltim sebagai provinsi dengan tingkat konsumsi tertinggi kedua di Indonesia, setelah Jakarta.
“Misi dagang dan investasi merupakan kerja nyata dari Gubernur Jatim, baik untuk Jatim maupun Kaltim. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya untuk Kaltim saja, tetapi Jatim juga. Kita tunggu kerja sama sektor lainnya yang dapat menguntungkan kedua daerah,” tuturnya.
Rudy juga menegaskan bahwa misi dagang ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antar daerah yang tak sekadar seremoni, tetapi berdampak langsung bagi pelaku usaha dan pembangunan ekonomi daerah.
Misi dagang dan investasi Gubernur Khofifah digelar di Swiss-Belhotel Balikpapan pada 8 Mei 2025.
Ia hadir bersama 72 pelaku usaha asal Jawa Timur, serta didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta organisasi perempuan wirausaha Iwapi.
Gubernur Khofifah diterima langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang mewakili Pemerintah Provinsi.
Saat misi dagang, dilakukan penandatanganan kerja sama antar-OPD dan antar-pelaku usaha Kaltim dan Jawa Timur.
Selain itu, juga penandatanganan komitmen transaksi perdagangan antar pelaku usaha Kaltim dan Jatim.

