SAMARINDA: Layanan pemeriksaan mata gratis yang dibuka Rumah Sakit Mata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di ajang Kaltim Expo 2025 Samarinda mendapat sambutan meriah dari masyarakat.

Sejak dibuka Selasa, 26 Agustus hingga hari ini ratusan warga memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kondisi penglihatan mereka sekaligus berkonsultasi dengan dokter.
Direktur RS Mata Kaltim, Shanty Sintessa Wulaningrum, mengatakan layanan ini menjadi momentum penting memperkenalkan fasilitas kesehatan mata kepada publik. Meski bersifat gratis, pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur medis yang berlaku di rumah sakit.
“Pemeriksaan dimulai dengan wawancara keluhan pasien, dilanjutkan tes ketajaman penglihatan atau visus. Dari hasil itu bisa diketahui gangguan penglihatan, termasuk penyebabnya. Jika diperlukan, pasien akan diarahkan ke pemeriksaan lanjutan,” jelas Shanty.
Selain pemeriksaan awal, masyarakat juga bisa langsung berkonsultasi dengan dokter umum maupun spesialis mata yang hadir di lokasi.
Menurut Shanty, hal ini memberi pemahaman lebih baik tentang kondisi mata dan pentingnya perawatan sejak dini.
“Banyak orang menganggap gangguan ringan seperti buram biasa saja, padahal bisa jadi indikasi kelainan refraksi, katarak, atau bahkan penyakit lain. Karena itu kami dorong agar pemeriksaan tidak ditunda,” ujarnya.
Sistem registrasi menggunakan barcode di pintu masuk stan memudahkan warga sekaligus membantu rumah sakit mendata pasien.
Shanty menegaskan, keikutsertaan RS Mata Kaltim di Expo 2025 bukan sekadar partisipasi pameran, melainkan bentuk nyata mendekatkan layanan kesehatan mata ke masyarakat.
“Harapan kami, semakin banyak warga yang sadar pentingnya menjaga kesehatan mata. Karena menjaga mata berarti menjaga kualitas hidup,” tegasnya.
RS Mata Kaltim berencana melanjutkan program skrining gratis ke berbagai kegiatan publik di masa mendatang. Dengan begitu, masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan mata tanpa harus menunggu datang ke rumah sakit.
Sebagai informasi, Kaltim Expo 2025 menghadirkan 202 stand yang menampilkan berbagai sektor, mulai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), otomotif, furnitur, vendor, asosiasi pariwisata, hingga berbagai paguyuban.
Pameran yang berlangsung selama lima hari, 26-30 Agustus 2025, dibuka setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WITA. Selain menampilkan hasil-hasil pembangunan dan produk unggulan daerah, expo juga menghadirkan hiburan menarik, seperti lomba, talkshow, penampilan band, hingga fashion show.

