
KUTIM: Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan sosialisasi yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas perempuan, khususnya para istri aparatur sipil negara, dalam memahami dan menerapkan pola pikir kewirausahaan.
Program bertema “Entrepreneur bagi Anggota DWP Se-Kabupaten Kutai Timur” tersebut diselenggarakan di ruang Damar Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Sangatta Utara, pada Kamis, 13 November 2025, dan menjadi bagian dari upaya kolaboratif bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim.
Sosialisasi ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang menempatkan keluarga sebagai titik sentral penguatan ekonomi.
Para peserta tidak hanya diperkenalkan pada praktik-praktik dasar berwirausaha, tetapi juga diajak memahami bagaimana pola pikir kreatif dan adaptif dapat memengaruhi ketahanan keluarga di tengah tantangan ekonomi yang terus bergerak dinamis.
Sekitar 40 anggota dan pengurus DWP hadir dalam forum tersebut, termasuk mendengarkan pemaparan dari narasumber Komunitas Tangan Di Atas (TDA), Naning Trilestari.
Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan DPPPA Kutim, Dina Frihandini, yang mewakili Kepala Dinas, menuturkan bahwa perkembangan zaman menuntut keluarga untuk bergerak lebih fleksibel dan inovatif.
Perubahan yang berlangsung cepat, menurut dia, tidak dapat dijawab dengan pola pikir statis.
Keluarga dituntut untuk memiliki kemampuan menavigasi tantangan ekonomi melalui kreativitas dan keberanian mencoba pendekatan baru.
“Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, keluarga dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan dan berpikir kreatif dalam menghadapi berbagai situasi,” bebernya.
Dina juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini memainkan peran penting dalam memperkuat pondasi sosial masyarakat.
Ia memandang keluarga sebagai ruang awal munculnya gagasan-gagasan besar yang mampu membentuk ketahanan komunitas.
Karena itu, ia mengajak para peserta untuk menjadikan keluarga sebagai lingkungan yang mendorong kreativitas dan pembentukan karakter unggul.
“Mari kita jadikan keluarga sebagai pusat lahirnya generasi tangguh, kreatif dan berdaya saing,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua II DWP Kutim, Evy Poniso, yang mewakili Ketua DWP, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama yang telah terbangun dengan DP3A Kutim.
Ia menilai sinergi tersebut sebagai langkah yang memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kualitas keluarga di Kutai Timur.
Evy menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih atas dukungan penuh DP3A dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut, yang menurutnya relevan dengan kebutuhan perempuan di era sekarang.
Lebih jauh, Evy menjabarkan bahwa pola pikir kewirausahaan tidak sebatas pada pencarian pendapatan tambahan.
Ia menilai entrepreneur mindset sebagai kemampuan memandang situasi dengan lebih tajam, membaca peluang sebelum menjadi hambatan, serta keberanian mengambil keputusan secara terukur.
Kapasitas ini, ujarnya, sangat penting dimiliki perempuan, terutama anggota DWP yang berperan mendukung kehidupan keluarga sekaligus menopang karier suami.
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penerapan nyata dari materi pelatihan.
Ia berharap para peserta dapat membawa pulang pemahaman tersebut dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk mendukung pekerjaan suami maupun mengembangkan potensi diri.
Evy juga menilai bahwa bekal yang diperoleh melalui sosialisasi dapat membuka peluang lahirnya usaha kreatif yang memberi dampak pada kesejahteraan keluarga.
Ia menuturkan bahwa para peserta diharapkan mampu menjadikan ilmu tersebut sebagai langkah awal untuk kontribusi ekonomi yang lebih mandiri. (Adv)

