
KUTIM: Rencana pengembangan wisata alam kembali mencuat di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara.
Pemerintah desa setempat kini menaruh perhatian pada keberadaan air terjun yang berada di seberang Sungai Sangatta.
Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi bagi warga bila dapat dikelola menjadi destinasi wisata baru.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengungkapkan bahwa pemerintah desa mulai merumuskan langkah awal untuk memastikan kelayakan kawasan tersebut.
Ia menuturkan bahwa posisi air terjun yang berada di seberang sungai membuat akses menuju lokasi membutuhkan perencanaan khusus.
“Kita punya potensi wisata air terjun nanti kita akan mencoba koordinasi sebab tata letaknya ada di seberang Sungai Sangatta,” kata Wahyuddin, Kamis, 14 November 2025.
Wahyuddin menekankan perlunya pembahasan lintas instansi sebelum membuka akses masyarakat ke lokasi tersebut.
Menurutnya, keberadaan lahan yang belum tertata dan belum terpetakan secara administrasi membuat pemerintah desa tidak dapat langsung mengambil keputusan.
“Perlu kajian khusus terkait dengan lokasi tersebut, apa kah boleh kita masuk ke dalam untuk membuka potensi wisata tersebut,” sebutnya.
Rencana pembukaan kawasan ini juga menyangkut pertimbangan ekologis.
Letaknya yang berdekatan dengan kawasan hutan membuat pemerintah desa harus memastikan bahwa pengembangan wisata tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.
Pemerintah desa menyadari bahwa daya tarik utama kawasan tersebut adalah keaslian alamnya sehingga proses penataan harus dilakukan tanpa mengubah karakter bentangnya secara drastis.
Selain persoalan lingkungan, faktor keselamatan menjadi aspek lain yang tengah dikaji. Lokasi air terjun berada di wilayah yang belum dilengkapi jalur aman maupun fasilitas penunjang.
Pemerintah desa berupaya memastikan bahwa jika kawasan tersebut dibuka, masyarakat tidak menghadapi risiko kecelakaan akibat medan yang terjal atau kondisi sungai.
Sejumlah langkah persiapan, seperti pemetaan dan pengumpulan data dasar, direncanakan dilakukan dalam waktu dekat.
Pemerintah desa akan melibatkan pihak kecamatan serta instansi terkait agar kajian yang disusun memiliki landasan teknis yang kuat.
Melalui tahapan kajian ini, Desa Swarga Bara berharap dapat memastikan bahwa potensi wisata air terjun benar-benar dapat dikembangkan secara aman dan legal.
Pemerintah desa menargetkan hasil kajian dapat menjadi acuan bagi pengambilan keputusan lebih lanjut mengenai arah pengembangan wisata di wilayah tersebut. (Adv)

