SAMARINDA: Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Kalimantan Timur (Kaltim), Suriansyah menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Kaltim atas pelaksanaan Program Pendidikan Gratispol, yang juga mencakup bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Launching Proper “Peta Folpen” & “Buku Pintar Gaspol Pendidikan” serta Penyerahan Simbolis UKT Gratispol, yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Senin 17 November 2025.
Suriansyah menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan hal yang sangat ditunggu oleh PTS sejak lama, mengingat banyak mahasiswa swasta yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah provinsi. Ini hal yang sudah lama dinantikan oleh PTS. Realisasi pencairan untuk PTS tinggal menunggu kelengkapan dokumen. Kami tentu berharap besar karena UKT mahasiswa ada di sana,” ujarnya.
Menurutnya, tahun depan kepastian dari Gubernur Kaltim mengenai pemberlakuan bantuan tidak hanya untuk mahasiswa baru tetapi juga mahasiswa semester lanjut memberikan angin segar bagi kampus-kampus swasta.
“Ini sangat mencerahkan, terutama bagi mahasiswa dengan ekonomi terbatas. Dampaknya betul-betul terasa bagi mereka,” tambahnya.
Selain bantuan UKT, Suriansyah menyampaikan harapan agar Pemprov Kaltim juga dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan fasilitas dan kualitas pendidikan di kampus swasta.
“Kami berharap bukan hanya mahasiswanya yang dibantu. Mudah-mudahan perguruan tingginya juga bisa mendapat dukungan apa saja yang memungkinkan. Jika ada fasilitas yang bisa dibantu dibangun, tentu sangat bermanfaat. Itu akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan,” ucapnya.
IKIP PGRI Kaltim mendapatkan 255 kuota Gratispol yang terbagi dalam tiga program studi yaitu 125 mahasiswa Prodi Kepelatihan Olahraga, 80 mahasiswa Pendidikan Ekonomi dan 50 mahasiswa Pendidikan Vokasional Teknologi dan Otomotif.
“Untuk prodi olahraga bahkan jumlah peminatnya melebihi kuota. Ekonomi masih tersisa beberapa kursi, sementara otomotif baru terisi sekitar 23 persen,” terangnya.
Hingga saat ini, dana UKT Gratispol untuk IKIP PGRI Kaltim memang belum masuk ke rekening kampus. Namun, Suriansyah memastikan bahwa kampus telah menyerahkan nomor rekening dan menunggu proses finalisasi berkas.
“Seminggu yang lalu nomor rekening kampus sudah diminta. Kabarnya dalam bulan ini dana akan masuk. Memang dokumennya yang masih kurang. Ada mahasiswa yang keliru menuliskan NIK atau NIM, itu yang sebenarnya menghambat,” jelasnya.
Meski begitu, lebih dari setengah data mahasiswa telah disetujui.
“Pendataan kami sudah lebih dari 50 persen yang disetujui. Tinggal menunggu berkas-berkas yang perlu diperbaiki,” katanya.

