SAMARINDA: Memasuki usia ke-113, Muhammadiyah kembali meneguhkan diri sebagai organisasi Islam modern yang tetap eksis dan memberi manfaat besar bagi umat.

Ketua pimpinan wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur (Kaltim) KH Siswanto menegaskan bahwa keberlangsungan lebih dari satu abad tersebut merupakan anugerah besar bagi Muhammadiyah dan bangsa Indonesia.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Minggu, 23 November 2025.
“Kita patut bersyukur sebagai warga Muhammadiyah. Tidak banyak organisasi yang bertahan dan tetap eksis lebih dari satu abad,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan dua organisasi Islam terbesar yang mampu bertahan melewati dinamika bangsa.
Siswanto bahkan mengibaratkan relasi keduanya seperti hubungan Ismail dan Ishak dalam salah satu versi sejarah, dengan Muhammadiyah berdiri 14 tahun lebih awal dari NU.
“Sebagaimana Ismail dan Ishak yang selisih 14 tahun, begitu pula Muhammadiyah dan NU. Keduanya sama-sama membawa kebaikan bagi umat,” ucapnya.
KH Siswanto menegaskan bahwa eksistensi Muhammadiyah hingga lebih dari satu abad adalah bukti bahwa organisasi ini membawa manfaat besar bagi umat.
Ia mengutip firman Allah dalam Surat Ar-Ra’d ayat 17, bahwa yang memberi manfaat bagi manusia akan tetap ada di muka bumi.
“Muhammadiyah sejak berdiri menghadirkan manfaat bagi umat. Karena itu Allah izinkan dan jaga untuk tetap eksis,” katanya.
KH Siswanto menyampaikan bahwa banyak tokoh nasional mengakui Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi terbaik di dunia dalam hal tata kelola pendidikan modern dan kontribusi umat.
Hal ini, katanya, menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi warga Muhammadiyah.
“Muhammadiyah adalah role model. Pendidikan modernnya diakui, pengelolaannya diakui, dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya warga Muhammadiyah,” jelasnya.
KH Siswanto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kalimantan Timur yang telah mempercayai lembaga pendidikan dan layanan kesehatan di bawah naungan Muhammadiyah.
Ia menyebut seluruh lembaga Muhammadiyah, dari PAUD hingga perguruan tinggi, terbuka untuk semua golongan tanpa membedakan latar belakang.
“Warga non-Muhammadiyah pun merasakan manfaat lembaga pendidikan kita. Kita tidak membatasi. Alhamdulillah masyarakat Kaltim memberikan kepercayaan besar,” katanya.
KH Siswanto menyerukan agar seluruh pimpinan, anggota, dan simpatisan Muhammadiyah di Kaltim menjaga amanah besar tersebut.
“Siapapun yang berada dalam lindungan Muhammadiyah, mari kita rawat dan kembangkan dengan baik. Kolaborasi dan sinergi diperlukan agar pelayanan pendidikan, kesehatan, dan sosial semakin berkualitas,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa menjaga eksistensi organisasi harus dilakukan melalui inovasi dan terobosan.
“Bagaimana menjaga eksistensi? Dengan inovasi, terobosan, dan kerja sungguh-sungguh,” ucapnya.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan perjuangan dakwah Muhammadiyah di Kaltim, pada resepsi Milad ke-113 ini PWM Kaltim juga menganugerahkan penghargaan khusus kepada dua tokoh yang telah berjasa besar, yakni almarhumah Hj. Lasiah dan almarhum Muhammad Sudiono.
Penghargaan tersebut diserahkan secara kepada ahli waris masing-masing, sebagai wujud apresiasi Muhammadiyah terhadap para pejuang yang selama hidupnya aktif membesarkan persyarikatan dan memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan, sosial, dan keumatan di Benua Etam.
Resepsi Milad ke-113 ini menjadi momentum bagi Muhammadiyah Kaltim untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kontribusi dakwah, serta memperluas manfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

