SAMARINDA: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan peningkatan status Rumah Sakit Aji Muhammad Salahuddin II (AMS II) dari kelas D menjadi rumah sakit kelas B di 2026.
Proyek pengembangan fasilitas layanan kesehatan tersebut disiapkan melalui anggaran sekitar Rp200 miliar.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, mengungkapkan, peningkatan kapasitas AMS II menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, khususnya penambahan kapasitas tempat tidur rawat inap.
“Rencana dari Pemprov, RS AMS II akan kita kembangkan menjadi rumah sakit kelas B. Harapannya, kebutuhan tempat tidur yang ada di RS Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) bisa terpenuhi di AMS II,” jelasnya.
Dengan pengembangan tersebut, Kaltim akan memiliki dua rumah sakit rujukan besar di Kota Samarinda, yakni RS AWS kelas A dan RS AMS II kelas B.
Jaya menegaskan, fokus proyek berada pada peningkatan fasilitas rumah sakit, bukan pembangunan baru.
“Ini peningkatan fasilitas rumah sakit, bukan pembangunan baru. Ada yang mengira untuk pembangunan parkiran, tetapi parkir itu dikerjakan oleh Dispora di bagian belakang,” ujarnya.
Jaya menyebut pembangunan area parkir dilakukan secara terpisah oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Lokasinya berada di kawasan belakang kompleks rumah sakit yang berdekatan dengan fasilitas olahraga.
“Parkir itu dikerjakan Dispora. Itu masih dalam kompleks rumah sakit, dan dikolaborasikan agar pengunjung rumah sakit dan pengunjung stadion bisa menikmati,” tambahnya.
Sementara itu, pengembangan bangunan utama rumah sakit akan bekerja sama dengan Dinas PUPR Kaltim.
Proyek tersebut akan berkapasitas 200 tempat tidur, dengan persiapan perencanaan teknis yang saat ini sedang berlangsung.
Ia menjelaskan, dokumen perencanaan berupa master plan, detail engineering design (DED), dan studi kelayakan tengah diproses oleh konsultan pelaksana.
Proses penyelesaian dokumen ditargetkan selesai pada Desember 2025.
“Master plan, DED, dan studi kelayakan sedang berproses. Mudah-mudahan sampai Desember ini sudah selesai. Itu dilakukan oleh konsultan,” tutupnya.

