SAMARINDA: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengirim tim Advance Joint Unit (AJU) untuk membantu percepatan penanganan bencana di Aceh Tamiang, wilayah yang tercatat sebagai salah satu lokasi terdampak paling parah.
Rombongan terdiri dari tujuh personel gabungan dari Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan.
Mereka dijadwalkan berangkat Jumat, 12 Desember 2025, membawa perlengkapan operasional lengkap, termasuk peralatan dapur umum dan logistik dasar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, mengatakan pengiriman tim AJU merupakan bentuk solidaritas antarprovinsi dalam menghadapi bencana berskala besar.
“Tujuh orang tim AJU berangkat besok (hari ini). Kita akan membuka dapur umum di Aceh Tamiang sebagai daerah yang paling terdampak,” ujarnya, Kamis, 11 Desember 2025.
Sri menjelaskan, selain membuka dapur umum, tim juga membawa perlengkapan untuk identifikasi kebutuhan lapangan serta penguatan koordinasi dengan posko setempat.
Seluruh peralatan dapur umum dibawa dari Kaltim agar operasional dapat berjalan optimal sejak hari pertama.
Sri Wahyuni menambahkan, tim kesehatan juga diberangkatkan untuk memastikan ketersediaan obat-obatan, tenaga medis, serta pelayanan dasar kesehatan di lokasi bencana.
“Layanan kesehatan diusahakan berada di titik yang sama dengan dapur umum. Tagana menyiapkan kebutuhan dapur umum, dan BPBD mengoordinasikan relawan,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Yasir, menyebutkan tim AJU akan berada di Aceh selama lima hari pertama sebelum dilakukan evaluasi lanjutan.
“Lima hari pertama akan kita lakukan tindak lanjut, setelah itu dievaluasi lagi dan kemungkinan berlanjut hingga akhir Desember,” katanya.
Tim AJU akan melakukan pemetaan kebutuhan, menilai kondisi lapangan, memastikan alur distribusi bantuan, serta menghubungkan laporan harian mereka ke posko utama di Kaltim untuk menentukan langkah bantuan selanjutnya.
Dengan pengiriman tim lintas sektor ini, Pemprov Kaltim berharap dukungan yang dikirim mampu mempercepat upaya pemulihan dan memberikan bantuan langsung kepada warga Aceh Tamiang yang terdampak bencana.

