SAMARINDA: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) memantau secara intensif potensi gangguan kesehatan pascabanjir yang melanda Kabupaten Berau dan Kutai Timur (Kutim).

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan puskesmas dan BPBD di daerah, khususnya pada kecamatan yang masih berstatus siaga.
“Tadi malam saya masih berkomunikasi dengan teman-teman di lapangan. Kita waspada terhadap risiko kesehatan, terutama di daerah Wahau dan Karangan. Puskesmas selalu menyampaikan laporan ke provinsi dan berkoordinasi dengan BPBD setempat,” ujarnya.
Banjir di Kutai Timur dilaporkan menggenangi enam kecamatan, yaitu Karangan, Muara Wahau, Telen, Kongbeng, Batu Ampar dan Bengalon.
Sementara itu, di Kabupaten Berau, genangan air melanda empat kecamatan Kelay, Segah, Sambaliung dan Gunung Tabur.
Menurut Jaya Mualimin, kondisi air di beberapa titik bersifat pasang-surut, sehingga pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Tadi malam air surut, tetapi karena hujannya deras bisa naik lagi. Jadi kita tetap waspada,” kata Jaya.
Pada wilayah Muara Wahau, Kutim, banjir telah dinyatakan surut dan 451 warga terdampak dalam kondisi selamat.
Meski demikian, antisipasi kesehatan tetap diprioritaskan karena penyakit pascabanjir dapat muncul sewaktu-waktu.
Sejumlah puskesmas di Kutim telah mengajukan permintaan obat-obatan dan alat medis tambahan.
Dinkes Kaltim mengalihkan kebutuhan yang belum tersedia ke Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.
“Kalau kita tidak punya, kita teruskan ke pusat. Penanganan harus cepat,” tegas Jaya.
Banjir yang terjadi di Berau dan Kutim bukan hal baru.
Fenomena genangan saat musim hujan telah terjadi selama 20 hingga 30 tahun terakhir.
Dinas Kesehatan Kaltim menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan di daerah banjir untuk siaga penuh dan melaporkan perkembangan terbaru setiap saat, khususnya terkait potensi diare dan penyakit kulit, akses air bersih, risiko ISPA serta kondisi kelompok rentan seperti balita dan lansia.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian wilayah masih tergenang dengan kemungkinan hujan susulan.
Pemerintah mengimbau warga tetap berhati-hati dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

