SAMARINDA: Menjelang perayaan Natal 2025, Polresta Samarinda menyiapkan pengamanan di 107 gereja, termasuk lima gereja dengan jumlah jemaat mencapai sekitar 2.000 orang yang menjadi prioritas pengamanan.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan Kota Samarinda memiliki total 190 gereja yang tersebar di 10 kecamatan.
Hingga saat ini, sebanyak 107 gereja telah menyampaikan pemberitahuan resmi pelaksanaan ibadah Natal kepada kepolisian.
Selain di Gereja, pelaksanaan ibadah Natal di wilayah hukum Polresta Samarinda akan dipusatkan di sejumlah lokasi utama seperti Christian Center, dan Catholic Center.
Berdasarkan pemetaan kepolisian, gereja di 10 kajumlah gereja terbanyak berada di Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Palaran, masing-masing sebanyak 19 gereja.
Dari sisi kerawanan, Polresta Samarinda mengidentifikasi lima gereja yang masuk kategori prioritas pengamanan karena jumlah jemaatnya mencapai sekitar 2.000 orang atau lebih.
Kelima gereja tersebut yakni Gereja HKBP Merak, GPIB Immanuel, Gereja Katolik Paroki Santo Lukas, GBI Jemaat Imamat Keiir, dan Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi.
Seluruhnya akan dilengkapi dengan Pos Pengamanan (Pospam).
“Itu sifatnya menyesuaikan dengan jadwal misa dari kegiatan di gereja tersebut untuk peringatan Natal dan juga untuk pergantian malam baru yang biasanya juga gereja adakan,” jelasnya.
Selain pengamanan ibadah, Polresta Samarinda juga memantau dinamika di sejumlah lokasi gereja, termasuk pembangunan Rumah Keuskupan Agung yang masih berproses melalui sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Selain itu, Gereja Toraja Jemaat Samarinda Baru juga masih dalam pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pengamanan Natal 2025 akan melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, serta unsur pemerintah daerah dan stakeholder terkait.
Polresta Samarinda menegaskan pengamanan dilakukan secara humanis dan preventif, dengan mengedepankan upaya pencegahan.
“Harapan kami seluruh rangkaian ibadah Natal di Samarinda dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh toleransi,” pungkas Hendri Umar.

