SAMARINDA: Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berinovasi untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan melalui program Gratispol kesehatan.
Salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah membuka loket pendaftaran di pusat perbelanjaan (mal) serta sejumlah titik strategis lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan inovasi ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pendaftaran di kantor dinas semata, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu atau jarak.
“Ke depan, akan tersedia loket-loket pendaftaran Gratispol di kantor BPJS. Selain itu, kami juga menjajaki pendaftaran di pusat perbelanjaan. Jadi masyarakat yang sedang berbelanja bisa langsung mendaftar tanpa harus datang khusus ke kantor Dinas Kesehatan,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 18 Desember 2025.
Selain memperluas lokasi, Dinkes Kaltim juga merancang layanan pendaftaran pada akhir pekan untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi masyarakat.
“Kami rancang outlet pendaftaran pada Sabtu dan Minggu. Ini terobosan karena tidak semua orang memiliki waktu di hari kerja. Masyarakat bisa memanfaatkan waktu luang saat beraktivitas,” jelas Jaya Mualimin.
Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan program Gratispol saat ini adalah sosialisasi yang belum merata.
Masih banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme pendaftaran maupun manfaat program tersebut.
“Tantangan utama adalah literasi masyarakat. Banyak yang belum tahu tentang Gratispol. Karena itu, salah satu fokus kami ke depan adalah mendekatkan lokasi pendaftaran dan memperkuat sosialisasi, termasuk membuka loket di mal atau titik strategis lainnya,” katanya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinkes Kaltim juga menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) guna memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
“Kami pastikan informasi tentang Gratispol bisa diakses oleh masyarakat. Tujuannya agar semua orang mengetahui dan memahami program ini,” tambahnya.
Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan di daerah, Pemprov Kaltim juga menyiapkan 14 dokter spesialis yang akan ditempatkan di berbagai kabupaten dan kota sesuai kebutuhan.
Para dokter tersebut akan diperbantukan di rumah sakit yang mengalami kekurangan tenaga spesialis, termasuk untuk layanan Unit Gawat Darurat (UGD).
“Misalnya di Talisayan dan Sangkulirang masing-masing satu dokter, Kutai Barat dua dokter. Jika rumah sakit kesulitan, mereka bisa mendaftarkan kebutuhan dokter ke kami untuk diberdayakan,” jelasnya.
Selain pelayanan kuratif, Dinkes Kaltim juga menekankan aspek preventif dalam program Gratispol.
Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas satu kali dalam setahun, meliputi pemeriksaan tekanan darah, mata, hidung, mulut, rambut, kaki, hingga jantung.
“Medical check-up ini bukan untuk berobat, tetapi untuk deteksi dini. Masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat,” tutur Jaya Mualimin.
Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas agar dapat membantu masyarakat memahami layanan Gratispol.
“Selain sosialisasi ke masyarakat, kami juga meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan. Jangan sampai masyarakat datang ke fasilitas kesehatan tetapi petugasnya belum memahami program ini,” ujarnya.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemprov Kaltim menargetkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh kabupaten/kota, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam program Gratispol, serta terjaganya kualitas sumber daya manusia kesehatan di daerah.
“Intinya, layanan kesehatan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari perkotaan hingga pelosok. Dengan begitu, derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Kaltim dapat terus meningkat,” pungkas Jaya.

