SAMARINDA: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda memprediksi sebagian besar wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi pada periode 21-31 Desember 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor menyampaikan bahwa curah hujan di Kaltim pada periode tersebut didominasi kategori menengah dengan intensitas 50–150 milimeter dan peluang hujan lebih dari 70 persen.
Namun, BMKG mencatat adanya wilayah dengan potensi hujan lebih tinggi, khususnya di Kaltim bagian barat.
Wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi meliputi sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara bagian utara, Kabupaten Kutai Timur bagian barat, dan Kabupaten Berau bagian barat.
“Di wilayah-wilayah tersebut, curah hujan diprakirakan berada pada kategori tinggi, yakni sekitar 150 hingga 300 milimeter, dengan peluang hujan berkisar antara 50 hingga 70 persen,” ujar Riza.
Berdasarkan prakiraan deterministik curah hujan, sebagian besar wilayah Kaltim masih berada pada kategori menengah.
Sementara itu, beberapa wilayah di Kutai Kartanegara bagian utara, Kutai Timur bagian barat, dan Berau bagian barat berpotensi mengalami curah hujan tinggi pada kisaran 150 hingga 200 milimeter.
Selain intensitas hujan, BMKG juga memaparkan sifat hujan yang diprediksi terjadi di Kaltim.
Secara umum, sifat hujan berada pada kategori normal dengan kisaran 85 hingga 115 persen.
Wilayah Kutai Kartanegara bagian utara, Kutai Timur bagian barat, dan Berau bagian barat diperkirakan mengalami sifat hujan kategori atas normal dengan kisaran 116 hingga 150 persen.
Sebaliknya, beberapa wilayah lain justru diprediksi mengalami sifat hujan bawah normal. Daerah tersebut meliputi sebagian besar Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Barat, serta sebagian kecil wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Mahakam Ulu dengan kisaran 50 hingga 84 persen.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca, terutama di wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan tinggi, seperti risiko genangan, banjir, dan tanah longsor, khususnya menjelang akhir tahun.

