SAMARINDA: Penampilan Melly Goeslaw menjadi salah satu momen paling dinanti sekaligus paling mengharukan dalam Kalimantan Islami Festival: Doa dan Selawat Akhir Tahun (KTIFEST) 2025 yang digelar di Halaman Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Minggu malam, 28 Desember 2025.
Penyanyi, pencipta lagu, sekaligus ikon musik Indonesia lintas generasi ini sukses membawa ribuan penonton larut dalam nostalgia dan perenungan melalui deretan lagu religi dan tematik cinta yang telah membesarkan namanya selama puluhan tahun di industri musik Tanah Air.
Melly Goeslaw membuka penampilannya dengan “Ketika Cinta Bertasbih”, lagu yang sejak awal dirilis telah melekat sebagai simbol perjalanan spiritual dan cinta yang berserah.
Suasana Islamic Center pun mendadak hening, berganti lantunan suara jamaah yang ikut bernyanyi lirih.
Dikenal sebagai maestro balada Indonesia, arsitek lagu-lagu penuh rasa, hingga penutur cinta dalam nada, Melly kembali membuktikan mengapa namanya tetap relevan setelah lebih dari tiga dekade berkarya.
Sejak memulai kariernya di awal 1990-an bersama grup Potret hingga menjadi salah satu komposer perempuan paling berpengaruh di Indonesia, karya-karyanya terus hidup dan lintas zaman.
Lagu “Bunda” yang ia bawakan di pertengahan penampilan menjadi titik emosional tersendiri.
Banyak penonton terlihat menitikkan air mata, mengenang sosok ibu, keluarga, dan perjalanan hidup masing-masing.
Puncaknya, Melly menutup penampilan dengan “Ayat-Ayat Cinta”, yang disambut riuh namun khidmat oleh hadirin.
Tepuk tangan panjang mengiringi penampilan Melly Goeslaw, yang dinilai bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi medium dakwah kultural memadukan seni, doa, dan refleksi akhir tahun.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengapresiasi kehadiran Melly Goeslaw dan para bintang tamu lainnya yang menghidupkan KTIFEST sebagai ruang spiritual sekaligus kebudayaan.
“Kami menghadirkan Melly Goeslaw dan para tokoh nasional serta ulama untuk memberi warna yang menyejukkan. Ini bukan sekadar konser, tetapi ajakan bersama untuk menutup tahun dengan doa, selawat, dan kebersamaan,” ujar Seno Aji.
Ia juga mengajak masyarakat Kalimantan Timur untuk memeriahkan rangkaian KTIFEST hingga puncak acara pada 31 Desember 2025, yang akan diisi oleh Habib Al-Zainal Abidin Assegaf, Guru Mahmud Al-Bajari, Opick, Syakir Daulay, Nadzira Safa Askar, Lulu El Zabu, Isfah Tiana Candrarini, Lira Krisnalisa, serta sejumlah majelis zikir dan seniman Islami lainnya.
“Silakan masyarakat hadir di Islamic Center. Mari kita sambut pergantian tahun dengan kegiatan yang menenangkan jiwa, memperkuat iman, dan mempererat persaudaraan,” pungkasnya.

