SAMARINDA: Penampilan Opick menjadi salah satu momen paling khusyuk dan meneduhkan dalam rangkaian Kalimantan Timur Islami Festival: Doa dan Selawat Akhir Tahun (KTIFEST) 2025 yang digelar di Halaman Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Rabu malam, 31 Desember 2025.

Penyanyi religi yang telah lebih dari dua dekade dikenal lewat lagu-lagu dakwah bernuansa reflektif ini sukses mengajak ribuan jemaah menutup tahun dengan perenungan, doa, dan lantunan dzikir melalui karya-karya yang lekat dengan perjalanan spiritual umat.
Opick membuka penampilannya dengan lagu “Khusnul Khotimah”, sebuah tembang doa yang sejak awal menggema langsung menciptakan suasana hening dan penuh kekhusyukan.
Ribuan jemaah tampak berdiri, sebagian menundukkan kepala, larut dalam lirik yang mengingatkan tentang akhir kehidupan dan harapan akan penutup usia yang baik.
Sebagai musisi yang konsisten menapaki jalur musik religi sejak awal 2000-an, Opick dikenal sebagai figur yang menghadirkan dakwah melalui nada.
Sejak album Istighfar dan lagu legendaris Tombo Ati, karya-karyanya menjadi pengiring spiritual berbagai momentum umat, mulai dari bulan Ramadan hingga refleksi akhir tahun seperti di KTIFEST 2025 ini.
Di sepanjang penampilannya, Opick membawakan sejumlah lagu yang mengajak jamaah untuk kembali kepada Allah SWT, memperbaiki diri, dan menata niat menyongsong tahun baru.
Suasana Islamic Center Samarinda pun berubah menjadi ruang dzikir kolektif, di mana lantunan lagu berpadu dengan doa yang dipanjatkan bersama.
Puncak penampilan Opick terjadi saat ia menutup panggung dengan lagu “Tombo Ati”, tembang legendaris yang telah menjadi simbol penyembuhan batin dan pengingat nilai-nilai keislaman.
Jemaah terlihat ikut melantunkan setiap bait lagu, menciptakan suasana haru dan kebersamaan yang kuat menjelang pergantian tahun.
Tepuk tangan panjang dan lantunan selawat mengiringi berakhirnya penampilan Opick, yang dinilai bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari dakwah kultural untuk menenangkan jiwa dan menguatkan iman di penghujung 2025.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, dalam sambutannya menegaskan KTIFEST 2025 menjadi momentum penting untuk menutup tahun dengan doa, refleksi, dan penguatan nilai spiritual masyarakat.
Ia mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi Kalimantan Timur agar senantiasa diberkahi keselamatan, dijauhkan dari bencana dan musibah, serta dianugerahi ketenangan dan kedamaian sosial.
“Kita berdoa agar masyarakat Kalimantan Timur hidup damai, saling menghormati, saling menyayangi, serta setiap perjuangan yang kita lakukan membawa kemanfaatan dan keberkahan bagi rakyat,” ujar Rudy Mas’ud.
Menurutnya, akhir tahun harus dijadikan sebagai titik awal untuk melangkah ke tahun 2026 dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabikul khairat).
Ia juga mendoakan agar masyarakat Kalimantan Timur diberikan kesehatan, umur yang berkah, kelapangan rezeki, kesejahteraan, serta kekuatan iman dan akhlak, khususnya bagi generasi muda.
“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi Kalimantan Timur, memberkahi setiap langkah pembangunan, dan menjadikan daerah kita sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur menuju Kalimantan Timur generasi emas,” pungkasnya.

