SAMARINDA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mengubah arah penggerak perekonomian daerah dengan menjadikan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung baru.
Target ambisius pun dipasang, pengembangan lebih dari 50 ribu UMKM dalam lima tahun ke depan.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, saat menutup rangkaian Pekan Raya Kaltim sekaligus peringatan HUT ke-69 Provinsi Kaltim di kawasan Stadion Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Minggu malam, 11 Januari 2026.
“Selama ini pertumbuhan ekonomi Kaltim masih sangat ditopang oleh sumber daya alam, terutama batu bara. Ke depan, kita ingin mengubah pola itu. UMKM harus menjadi ujung tombak utama perekonomian Kalimantan Timur,” ujar Seno Aji.
Menurutnya, pengembangan UMKM bukan sekadar agenda ekonomi, tetapi strategi jangka panjang untuk menciptakan struktur ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tahan terhadap gejolak global.
Pemerintah Provinsi Kaltim menilai UMKM memiliki daya lenting tinggi serta mampu menyerap tenaga kerja secara luas di tingkat lokal.
Seno Aji menjelaskan, Pekan Raya Kaltim menjadi salah satu wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mendekatkan kebijakan dengan masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang perjumpaan antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat luas.
“Melalui Pekan Raya Kaltim, kita ingin menciptakan ekonomi lokal yang hidup, memperkuat identitas budaya Kaltim-Etam, serta menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap daerah,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM akan terus didorong melalui berbagai program pembinaan, fasilitasi permodalan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar. Pemerintah Provinsi Kaltim juga berkomitmen memastikan UMKM tidak berjalan sendiri, melainkan terhubung dengan ekosistem ekonomi daerah dan nasional.
Dalam lima tahun ke depan, penguatan UMKM diharapkan mampu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Kaltim di atas enam persen, sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor ekstraktif.
Transformasi ini dinilai penting seiring peran strategis Kaltim sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kaltim dianugerahi kekayaan alam dan posisi strategis. Tapi tanggung jawab kita juga besar. Kita harus memastikan peluang ekonomi dirasakan masyarakat luas, bukan hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya,” tegas Seno Aji.
Menutup sambutannya, Wakil Gubernur berharap momentum HUT ke-69 Kaltim dapat menjadi penguat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun ekonomi daerah yang lebih adil dan berkelanjutan.
“UMKM bukan sekadar sektor pendukung, tetapi masa depan ekonomi Kaltim,” pungkasnya.

