BALIKPAPAN: Presiden Prabowo Subianto meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2026.
Proyek strategis nasional bernilai Rp123 triliun tersebut menjadi tonggak penting penguatan ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut peresmian RDMP Balikpapan sebagai peristiwa bersejarah, mengingat proyek serupa terakhir kali dilakukan pada 1994 atau sekitar 32 tahun lalu.
“Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang bekerja keras sehingga kita berhasil mencapai tahap ini,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan salah satu pilar utama berdirinya negara yang benar-benar merdeka, selain kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri.
Menurutnya, ketergantungan terhadap impor energi bertentangan dengan cita-cita kedaulatan nasional.
Indonesia, dianugerahi sumber daya energi yang sangat besar, mulai dari batu bara, minyak dan gas, energi berbasis kelapa sawit, panas bumi, air, hingga potensi tenaga surya.
Seluruh sumber daya tersebut harus dikelola secara optimal untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
“Kita bisa menghasilkan bensin, gas, biodiesel, bahkan DME untuk menggantikan impor LPG. Kita juga punya potensi panas bumi terbesar di dunia yang belum dimanfaatkan maksimal,” kata Prabowo.
Presiden menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada energi dalam kurun waktu lima hingga tujuh tahun ke depan.
Ia optimistis target tersebut dapat dicapai lebih cepat apabila didukung kerja keras dan sinergi lintas kementerian dan lembaga.
Sebagai contoh, Prabowo mengungkap keberhasilan pemerintah mencapai swasembada beras hanya dalam waktu satu tahun, jauh lebih cepat dari target awal empat tahun.
Keberhasilan tersebut dicapai melalui deregulasi besar-besaran dan pemangkasan birokrasi yang selama ini menghambat distribusi pupuk dan produksi pertanian.
“Kita hapus 145 regulasi yang tidak masuk akal. Dari yang tadinya butuh 13 tanda tangan, sekarang cukup satu instruksi. Hasilnya, harga pupuk turun 20 persen dan produksi naik signifikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung pembenahan di tubuh Pertamina sebagai BUMN strategis dan national champion Indonesia.
Ia menegaskan komitmennya untuk membersihkan praktik korupsi, manipulasi, dan tata kelola yang tidak sehat di sektor energi.
“Saya bertekad membersihkan Pertamina. Jangan ada lagi praktik markup dan penipuan yang merugikan rakyat. Ini adalah pencurian di siang bolong,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden meminta jajaran direksi dan manajemen Pertamina untuk bekerja secara amanah, profesional, dan berjiwa patriotik.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang bersih akan menentukan keberhasilan pengelolaan sumber daya nasional.
Selain RDMP Balikpapan, Presiden Prabowo juga mengungkap rencana pemerintah memulai 34 proyek waste to energy serta sejumlah proyek hilirisasi bernilai sekitar USD6 miliar dalam waktu dekat.
Proyek-proyek tersebut diharapkan mendukung industrialisasi nasional, mengatasi persoalan sampah, serta menciptakan nilai tambah ekonomi.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian energi dan industri merupakan fondasi utama untuk menghapus kemiskinan, meningkatkan daya saing global, dan memastikan Indonesia berdiri di atas kaki sendiri.
“Cadangan gas kita sangat besar. Tinggal kita mengelola dan mengejarnya. Saya minta ESDM segera perluas eksplorasi. Segera mempermudah mereka yang mau eksplorasi,” pungkasnya.

