KUKAR: Sebanyak 229 pelajar tingkat SMA dan sederajat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim), disiapkan pemerintah daerah untuk mengikuti jalur pendidikan kedinasan sesuai bakat dan minat masing-masing melalui program Bimbingan Pelatihan Pengabdian.
Program ini dirancang sebagai upaya sistematis pemerintah kabupaten dalam mempersiapkan generasi muda yang berminat melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan, termasuk yang bercita-cita menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dengan bekal mental, akademik, dan fisik yang memadai sejak dini.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kukar, Aji Ali Husni mengatakan, kegiatan bimbingan dan pelatihan tersebut digelar selama 10 hari, mulai 21-30 Januari 2026.
Pelaksanaan program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan sejumlah institusi pertahanan dan keamanan.
“Binlat yang digelar 10 hari pada 21-30 Januari ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Kukar dengan Pangkalan TNI-AL, Pangkalan TNI-AU, Kodim 0906/Kukar, dan Polres Kukar,” ujar Aji Ali Husni di Tenggarong, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menjelaskan, para peserta Binlat Pengabdian berasal dari 20 kecamatan di wilayah Kutai Kartanegara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut program kerja sama yang telah dijalin pemerintah daerah dengan berbagai sekolah kedinasan sejak beberapa tahun terakhir.
Melalui pola pembinaan yang berkelanjutan, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa peserta tidak hanya memiliki minat, tetapi juga kesiapan yang cukup untuk menghadapi proses seleksi yang ketat di sekolah-sekolah kedinasan.
Menurut Aji Ali, Binlat Pengabdian juga sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Program ini diarahkan untuk menciptakan generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan mandiri, sehingga mampu berkontribusi bagi daerah maupun nasional.
“Binlat ini sudah angkatan yang ketujuh, artinya sudah tujuh tahun berturut-turut kegiatan ini dilaksanakan,” tuturnya.
Ia menambahkan, minat masyarakat terhadap program ini tergolong tinggi. Hal tersebut tercermin dari jumlah pendaftar yang melebihi kuota peserta yang tersedia.
Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah belum dapat mengakomodasi seluruh calon peserta yang berminat.
Dalam kondisi tersebut, proses seleksi dilakukan untuk menentukan peserta yang dinilai paling siap mengikuti pembinaan intensif selama program berlangsung.
Aji Ali Husni berharap para peserta yang terpilih dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara disiplin dan penuh semangat.
Ia menekankan bahwa tujuan utama Binlat Pengabdian adalah membekali peserta dengan berbagai kemampuan dasar yang diperlukan dalam proses seleksi ke depan.
“Tujuan Binlat Pengabdian ini untuk memberikan bekal kepada para peserta, yaitu bekal kemampuan pribadi, kemampuan akademik, kemampuan fisik, dan kemampuan jasmani supaya saat ke depan mengikuti tes, sudah siap dengan persiapan yang dilakukan selama ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar Dafip Haryanto menyampaikan bahwa program pembinaan dan pelatihan ini merupakan salah satu inovasi pemerintah daerah untuk mempermudah putra-putri Kutai Kartanegara dalam mengikuti seleksi menjadi anggota TNI, Polri, maupun sekolah kedinasan.
Program ini, menurut dia, dirancang agar peserta memiliki kesiapan yang lebih matang dibandingkan dengan calon dari daerah lain.
Dafip menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa generasi muda dari Kutai Kartanegara memiliki daya saing yang kuat, baik dari sisi mental maupun fisik.
“Kami ingin memastikan bahwa putra putri dari daerah memiliki daya saing yang tinggi, mental yang baja, dan fisik yang tangguh agar mampu berdiri tegak dan lolos dalam seleksi, karena mereka telah dibekali pengetahuan dan kesamaptaan agar lebih siap secara fisik dan mental yang sesuai dengan minat masing-masing,” ungkap Dafip.
Melalui program Binlat Pengabdian ini, Pemerintah Kabupaten Kukar berharap dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda daerah untuk menembus pendidikan kedinasan dan institusi negara.
Upaya ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia yang diharapkan mampu membawa nama daerah di tingkat nasional serta mengabdi kepada negara sesuai dengan pilihan dan potensi masing-masing.

