SAMARINDA: Sutrisno resmi menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 16 Samarinda usai serah terima jabatan menggantikan Abdul Rozak Fahrudin.
Sutrisno menegaskan komitmen untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan serta menjaga stabilitas dan kekompakan seluruh warga sekolah.
Dalam sambutannya, Sutrisno menekankan kepemimpinan di sekolah bukanlah soal kewenangan, melainkan pelayanan.
Ia menyebut SMA Negeri 16 Samarinda sebagai keluarga baru yang harus dijaga bersama melalui kerja kolektif dan saling mendukung.
“Saya datang bukan sebagai penguasa, tapi sebagai pelayan. Sekolah ini tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus bergerak bersama,” ujarnya usai resmi menerima mandat sebagai Kepala SMAN 16 Samarinda, Senin, 26 Januari 2026.
Sutrisno menyatakan akan menjaga kesinambungan kebijakan dan program yang telah dirintis sebelumnya, termasuk penguatan kegiatan ekstrakurikuler yang selama ini menjadi ciri SMAN 16 Samarinda.
Ia menilai keberadaan puluhan ekstrakurikuler bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan ruang pengembangan minat dan bakat siswa yang harus terus difasilitasi.
“Program yang sudah baik akan kita lanjutkan. Ke depan, tentu akan kita evaluasi bersama agar semakin sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa,” kata Sutrisno.
Sebagaimana pesan kepala sekolah sebelumnya, Sutrisno berkomitmen memberi perhatian khusus juga terhadap guru honorer dan tenaga tata usaha.
Ia menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan keberlangsungan dan kesejahteraan mereka sesuai dengan kewenangan dan aturan yang berlaku.
“Guru honorer dan tenaga TU adalah bagian penting dari sekolah ini. Mereka tidak berdiri di pinggir, tapi berada di jantung proses pendidikan,” tegasnya.
Menurut Sutrisno, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas atau kebijakan, melainkan oleh kualitas sumber daya manusia. Ia pun mendorong para guru untuk aktif mengusulkan program pengembangan sesuai bidang masing-masing, yang nantinya akan didukung melalui perencanaan sekolah.
“Potensi guru-guru di sini sangat besar. Tinggal kita poles dan kita beri ruang. Silakan buat program, kita diskusikan dan jalankan bersama,” ucapnya.
Sutrisno memiliki sepak terjang panjang dalam pengabdiannya di dunia pendidikan. Ia merupakan ASN asal Kutai Timur yang telah mengabdi cukup lama, mulai dari SMA Negeri 2 Muara Ancalong selama 15 tahun, kemudian dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Sekolah di SMA Negeri 2 Muara Ancalong selama 15 bulan, hingga menjabat definitif di SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang sebelum akhirnya ditugaskan memimpin SMAN 16 Samarinda.
Kesan awalnya terhadap SMAN 16 Samarinda pun disampaikan secara terbuka. Ia menilai lingkungan sekolah memiliki suasana yang kondusif, didukung sikap guru yang ramah dan budaya kerja yang baik.
“Lingkungannya sangat mendukung untuk pendidikan. Guru-gurunya terbuka, suasananya nyaman. Ini modal besar untuk melangkah ke depan,” tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Sutrisno berharap seluruh warga sekolah dapat terus menjaga komunikasi dan kebersamaan, sehingga SMAN 16 Samarinda dapat berkembang secara berkelanjutan sebagai ruang pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
“Kalau kita solid, sekolah ini akan terus tumbuh. Saya mohon dukungan semua pihak,” pungkasny

