SAMARINDA: Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) terus memperkuat peran dalam mendukung pembangunan daerah dan ekonomi kerakyatan di Kalimantan Timur (Kaltim), sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, memaparkan berbagai program strategis TNI yang saat ini dan ke depan akan dijalankan di wilayah Kaltim, mulai dari pembangunan desa, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Anggara menjelaskan, program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi salah satu instrumen utama TNI dalam mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program TMMD Wiltas (Wilayah Teritorial Atas) merupakan kegiatan TMMD yang dilaksanakan di wilayah prioritas dengan kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur tertentu, sehingga mendapat perhatian khusus dari komando teritorial TNI.
Pada tahun 2026, Korem 091/ASN merencanakan pelaksanaan TMMD Wiltas di beberapa wilayah kodim, antara lain TMMD Wiltas ke-127 yang akan dilaksanakan di wilayah Kodim 0912/Kutai Barat, TMMD ke-128 di Kodim 0908/Bontang, TMMD ke-129 di Kodim 0904/Paser, serta TMMD ke-130 di Kodim 0906/Kutai Kartanegara.
“TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Program ini bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi desa,” ujar Anggara.
Dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Korem 091/ASN juga aktif menjalankan program Cetak Sawah Rakyat dan Luas Tambah Tanam (LTT).
Target awal program cetak sawah di Kaltim mencapai 1.890 hektare, yang kemudian direvisi menjadi 1.320,82 hektare, dengan sebaran wilayah Kabupaten Berau: 425 ha; Kabupaten Paser: 201 ha; Kabupaten Kutai Timur: 553,41 ha; Kabupaten Mahakam Ulu: 141,41 ha
Sementara program LTT meliputi 38.050 ha lahan padi existing; 13.972 ha padi oplah; 25.578 ha sawah tadah hujan.
“Program ini kami jalankan untuk memperkuat kemandirian pangan daerah dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat,” jelasnya.
Korem 091/ASN juga terlibat aktif dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional.
Hingga saat ini, tercatat 306 unit kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 105 unit SPPG telah aktif dengan total estimasi penerima manfaat mencapai 907.604 orang, dengan realisasi sementara 228.193 penerima.
“Program MBG ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak dan menciptakan generasi penerus yang sehat dan cerdas,” kata Anggara.
Di sektor infrastruktur, TNI juga mendukung pembangunan jembatan di wilayah Korem 091/ASN.
Sedikitnya 10 titik jembatan telah direncanakan untuk meningkatkan konektivitas, distribusi logistik, serta akses pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Selain itu, melalui TNI Manunggal Air Bersih (TMAB), pada tahun 2025 telah terbangun 76 titik air bersih di berbagai kodim, antara lain di Samarinda, Berau, Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Penajam Paser Utara.
Dalam mendukung ekonomi kerakyatan, Korem 091/ASN turut mengawal Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Dari target 1.003 koperasi, saat ini 291 titik telah memasuki tahap pembangunan; 713 titik masih dalam proses persiapan dengan rata-rata realisasi fisik mencapai 15,15 persen.
Selain itu, TNI juga membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan, sesuai Keputusan Presiden Nomor 84 Tahun 2025, dengan fokus pada ketahanan pangan, pemberdayaan wilayah dan ekonomi, pembangunan infrastruktur non-tempur, penanggulangan bencana hingga sinergi untuk pembangunan berkelanjutan.
Menutup pemaparannya, Anggara menegaskan komitmen Korem 091/ASN untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, dan media dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
“Dengan kolaborasi yang kuat, program-program ini diharapkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendorong kesejahteraan secara nyata,” pungkasnya.

