SAMARINDA: Proses panjang penuh pembinaan dan seleksi ketat akhirnya mengantarkan Zevanya Yiska Merlyni dan Halomoan Arka Zora meraih gelar Putra-Putri Pelajar Kalimantan Timur (PPPKT) 2026 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Zevanya, siswi SMA Negeri 1 Kaliorang, dan Halomoan, siswa SMA Negeri 2 Sangatta Utara, berhasil melewati seluruh tahapan kompetisi hingga dinobatkan sebagai pemenang pada Malam Grand Final Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026 yang digelar di Samarinda, Kamis, 29 Januari 2026 dini hari tadi.
Diwawancarai usai penobatan, bagi Zevanya, kemenangan tersebut menjadi pencapaian yang penuh makna setelah melalui proses panjang yang menantang. Ia menyebut keberhasilannya bukan semata hasil usaha pribadi, melainkan dukungan banyak pihak.
“Semua ini bukan karena kuatnya saya, tetapi karena Tuhan dan dukungan orang tua serta orang-orang di sekitar saya,” ujar Zevanya.
Hal senada disampaikan Halomoan Arka Zora. Ia mengaku sempat merasa minder melihat kualitas para finalis lain selama masa karantina. Namun, ia memilih fokus menjalani proses hingga akhirnya mampu mencapai hasil terbaik.
“Saya merasa kesempatan saya kecil, tapi ternyata Tuhan memberikan kepercayaan ini,” ungkapnya.
Sebelum mencapai tahap penobatan, Zevanya dan Halomoan harus melewati proses seleksi berjenjang. Dari ratusan peserta SMA, panitia menyaring menjadi 27 finalis terbaik, yang kemudian mengerucut menjadi lima besar melalui penilaian komprehensif, meliputi kepribadian, wawasan kebangsaan, public speaking, serta bakat.
Pada tahap lima besar, para finalis diuji melalui pemaparan gagasan dan advokasi program yang berfokus pada isu pelajar dan lingkungan sosial. Dari tahapan tersebut, hanya tiga finalis terbaik yang melaju ke babak akhir untuk menghadapi sesi pertanyaan langsung dari dewan juri.
Melalui sesi penentuan tersebut, Zevanya dan Halomoan dinilai paling mampu menyampaikan gagasan secara utuh, menunjukkan karakter kepemimpinan, serta kesiapan menjalankan peran sebagai duta pelajar Kaltim.
Selama masa karantina, para finalis mengikuti rangkaian kegiatan padat, mulai dari pembekalan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, penguatan karakter dan kepemimpinan, hingga kunjungan edukatif ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dan mitra pendukung. Rangkaian tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus pembentukan mental bagi seluruh peserta.
Sebagai Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026, Zevanya telah menyiapkan program “Pelita Kaltim” (Pelajar Inspiratif Kalimantan Timur), yang berfokus pada pendampingan pelajar dalam pengembangan soft skill, kepercayaan diri, dan kepemimpinan.
Sementara itu, Halomoan Arka Zora berkomitmen menjalankan advokasi sosial dengan menghadirkan ruang aman dan forum diskusi bagi pelajar, khususnya bagi mereka yang mengalami bullying, kekerasan fisik maupun psikis, serta persoalan sosial lainnya.
“Saya ingin menghadirkan ruang aman bagi pelajar untuk saling berbagi dan mencari solusi bersama. Banyak pelajar yang menghadapi persoalan seperti perundungan, kekerasan, hingga tekanan mental, tetapi tidak tahu harus bercerita ke siapa. Melalui advokasi ini, saya ingin pelajar merasa didengar dan didampingi,” ujar Halomoan Arka Zora.
Dengan peran yang diemban selama satu tahun ke depan, Zevanya dan Halomoan berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pelajar Kalimantan Timur, sekaligus menjadi teladan dalam prestasi, karakter, dan kepedulian sosial.

