SAMARINDA: Portal pembatas kendaraan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) rusak setelah ditabrak truk, hanya sekitar delapan jam setelah dipasang, Kamis, 29 Januari 2026.
Dari penuturan warga yang berada di lokasi, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WITA, tak lama setelah portal dipasang pada 10.30 WITA dihari yang sama untuk membatasi kendaraan bertonase besar demi alasan keselamatan.
Dari pantauan Narasi.co di lapangan, terlihat portal yang semula terpasang yang berada di sisi harapan baru sudah roboh ke badan jalan.
Sehingga, portal yang terpasang saat ini tersisa yang dari sisi Loa Buah.
Dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas DPUPR-Pera Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Muhran, membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan pekerja lapangan untuk menindaklanjuti kerusakan portal.
“Sudah kami komunikasikan dengan pekerja. Ini kan malam, kemungkinan malam ini juga langsung dicoba diperbaiki,” ujar Muhran saat dihubungi, Kamis, 29 Januari 2026.
Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah mengecek tingkat kerusakan portal.
Jika masih memungkinkan, portal akan dipasang kembali dengan penguatan tambahan agar lebih kokoh.
“Kita lihat dulu kerusakannya seberapa parah. Kalau masih bisa dipasang kembali, ya kita pasang kembali. Tapi kalau tidak memungkinkan, besok akan kita belikan yang baru,” jelasnya.
Muhran menegaskan, portal tersebut nantinya akan diperkuat agar tidak mudah bergeser atau roboh jika kembali tertabrak kendaraan.
“Kita perkuat. Jadi kalau ditabrak, tidak langsung bergerak. Lebih kokoh,” tegasnya.
Ia mengaku tidak ingin kejadian serupa terulang, mengingat pengalaman sebelumnya pada pemasangan portal di Jembatan Mahkota yang juga sempat mengalami insiden.
“Kejadian seperti ini pernah terjadi juga di Jembatan Mahkota. Saya tidak ingin itu terulang lagi,” katanya.
Terkait kemungkinan adanya tambahan penjagaan atau imbauan, Muhran menyebut koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian sebenarnya sudah dilakukan sejak awal.
Informasi penutupan dan pemasangan portal juga telah disampaikan melalui berbagai kanal, termasuk media dan media sosial.
“Imbauan sudah kita sampaikan. Dari Lantas juga sudah, dari Satpol PP juga. Media juga sudah memberitakan,” ujarnya.
Namun ia tidak menutup kemungkinan masih ada pengendara, khususnya sopir, yang belum sepenuhnya mengetahui kondisi di lapangan.
“Kita juga tidak tahu kondisi pastinya seperti apa, apalagi tidak ada CCTV di titik itu. Tapi harapan kami, masyarakat bisa memahami kenapa ini harus ditutup,” katanya.
Muhran menekankan pemasangan portal dan penutupan sementara Jembatan Mahulu dilakukan semata-mata demi keselamatan, baik pengguna jalan maupun untuk menjaga aset jembatan.
“Saya khawatir kalau sampai ada orang yang kena besi portal itu. Ini soal keselamatan. Jadi mohon dipahami, penutupan ini demi keamanan pengguna jalan dan kepentingan aset jembatan,” pungkasnya.

