JAKARTA: Di tengah berbagai polemik terkait petugas haji 2026, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan agar seluruh petugas tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.
“Pelayanan kepada jemaah haji harus tetap terjaga dan bahkan ditingkatkan. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan institusional Kementerian Agama dalam menjaga amanah umat,” tegas Menag Nasaruddin Umar saat memberikan pesan pada Penutupan Pembekalan sekaligus Pengukuhan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Menag Nasaruddin Umar hadir bersama Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i dan menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada para petugas haji yang telah dikukuhkan.
Ia berharap pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan sukses, lancar, dan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Upacara pengukuhan digelar di Lapangan Galaxy Makodau I, Halim Perdanakusuma, yang berdekatan dengan Asrama Haji Pondok Gede.
Sebanyak 1.620 petugas haji secara resmi dikukuhkan oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.
Kehadiran Menag dan Wamenag memberikan suntikan semangat bagi para petugas, sekaligus menjadi simbol kuat komitmen Kementerian Agama dalam mendukung dan mengawal transisi penyelenggaraan haji.
Sebagaimana diketahui, setelah 75 tahun dikelola Kementerian Agama, penyelenggaraan ibadah haji kini beralih ke Kementerian Haji dan Umrah.
Sinergi antara kedua kementerian dinilai menjadi kunci agar fokus utama, yakni pelayanan maksimal kepada jemaah haji Indonesia, tetap terjaga dan terus ditingkatkan.
Usai upacara, Menag tampak menyapa para petugas dan melayani permintaan swafoto.
Dalam suasana akrab tersebut, Menag turut menyelipkan doa dan harapan agar seluruh petugas diberikan kelancaran dalam menjalankan amanah.
“Selamat bertugas. Semoga pelaksanaan haji tahun 2026 ini sukses, lancar, dan lebih baik lagi,” ujar Menag, Jumat, 30 Januari 2026.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Penasihat Khusus Presiden Urusan Haji Muhadjir Effendy, Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, serta Staf Khusus Menag Bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Pengawasan, dan Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar.

