SAMARINDA: Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) memantapkan komitmennya dalam mendukung pembinaan sepak bola daerah dengan menitikberatkan pada penguatan ekosistem olahraga secara menyeluruh, sebagai bekal menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTT-NTB).
Plt Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan peran Dispora dalam pembinaan sepak bola lebih bersifat tata kelola dan dukungan sistemik, bukan teknis kepelatihan langsung.
“Sepak bola itu ikon pembinaan prestasi. Tapi Dispora secara prinsip hanya supporting. Kami mendukung semua cabang olahraga di Kaltim, termasuk sepak bola,” ujarnya usai mengikuti Kick Off Siaran Piala Dunia 2026 oleh TVRI Kaltim di GOR Kadrie Oening Sempaja, Minggu, 1 Februari 2026.
Faisal menjelaskan, sepak bola di Kaltim memiliki dua wajah, yakni sepak bola profesional dan sepak bola pembinaan prestasi.
Untuk level profesional, klub berdiri secara mandiri, sementara pemerintah berperan mendukung iklim dan keberlanjutannya.
Ia menyinggung dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap Borneo FC, sebagaimana disampaikan Wakil Gubernur Kaltim dalam kesempatan yang sama.
“Borneo FC bukan hanya milik klub atau daerah tertentu, tapi sudah menjadi kebanggaan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kaltim. Tinggal bagaimana itu diimplementasikan secara konkret,” katanya.
Terkait prestasi sepak bola Kaltim di PON sebelumnya yang masih terhenti di fase grup, Faisal menilai peningkatan prestasi tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.
“Tim yang bagus tidak lahir hanya dari latihan. Tapi dari ekosistem yang sehat. Ada pemerintah, PSSI, KONI, pengcab, pengkab, dan atletnya sendiri. Semua harus berjalan bersama,” tegasnya.
Menurut Faisal, pembinaan sepak bola Kaltim juga tidak bisa dilepaskan dari peran kabupaten dan kota, karena representasi provinsi merupakan hasil dari proses panjang di daerah.
“Kalau ekosistemnya sehat, insyaallah hasilnya juga baik. Saya optimis kita bisa memperbaiki capaian di PON mendatang,” pungkasnya.

