SAMARINDA: Penyaluran bantuan pendidikan Program Gratispol di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) sejauh ini berjalan relatif lancar tanpa keluhan signifikan dari mahasiswa.
Kendala yang sempat muncul lebih banyak disebabkan faktor administrasi di tingkat mahasiswa, khususnya mereka yang menunggu hasil beasiswa lain seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Wakil Direktur IV Bidang Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Polnes, Said Keliwar mengatakan sebagian mahasiswa pada awalnya tidak mendaftarkan diri ke program Gratispol karena menunggu kepastian penerimaan KIP.
Kondisi tersebut terjadi terutama pada penyaluran tahun 2025.
“Secara umum lancar. Ada sebagian mahasiswa yang awalnya tidak mendaftar karena menunggu KIP. Setelah KIP tidak didapat, baru diusulkan kembali melalui surat pertanggungjawaban,” ujar Said, Senin, 2 Februari 2026.
Menurutnya, keterlambatan yang terjadi bukan disebabkan oleh mekanisme Gratispol, melainkan keputusan mahasiswa yang menunda pendaftaran.
Namun demikian, pihak kampus tetap mengusulkan seluruh mahasiswa asal Kalimantan Timur yang memenuhi syarat, termasuk mereka yang sebelumnya belum mendaftar.
“Intinya tetap diusulkan. Di data akademik sudah jelas mana mahasiswa Kaltim dan mana yang bukan. Jadi kami masukkan semua yang memenuhi syarat,” jelasnya.
Said menegaskan, hingga saat ini Polnes tidak menerima laporan atau komplain resmi dari mahasiswa terkait penyaluran Gratispol.
Apabila terdapat kendala, kampus memiliki mekanisme penanganan melalui satuan tugas (satgas) internal.
“Kalau ada masalah biasanya kami arahkan ke satgas kampus. Gratispol juga punya grup koordinasi. Kalau dibicarakan, pasti ada jalan keluarnya,” katanya.
Ia menambahkan, proses pengembalian dana bagi mahasiswa yang sudah lebih dulu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), terutama jalur prestasi, juga sedang berjalan dan ditangani oleh unit terkait di kampus.
Sementara itu, Tim Satgas Gratispol Polnes Muhammad Ramadhani menyampaikan hingga awal Februari 2026 penyaluran program Gratispol di Polnes mencapai 1.684 mahasiswa baru dari total 2.185 mahasiswa baru yang terdata.
Ia menjelaskan, Polnes memprioritaskan mahasiswa asal Kalimantan Timur yang tidak menerima beasiswa lain dan telah berdomisili lebih dari tiga tahun, sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Ada juga mahasiswa yang sudah lama tinggal di Kaltim, tapi kartu keluarganya belum memenuhi syarat tiga tahun. Itu yang tidak bisa kami klaimkan,” jelas Ramadhani.
Menurutnya, tidak ada persyaratan khusus selain usia, domisili dan status aktif kuliah.
Seluruh mahasiswa yang memenuhi kriteria tersebut diusulkan, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif semester lanjutan.
Terkait data yang sempat tercatat nol atau belum terbaca dalam sistem, Ramadhani menyebut hal itu masih dalam proses pengolahan dan akan segera diperbarui.
“Kami juga akan mengeluarkan edaran percepatan pendaftaran kepada seluruh mahasiswa dan jurusan,” katanya.
Polnes berharap mahasiswa lebih proaktif menyampaikan kendala langsung ke pihak kampus agar persoalan administratif tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di ruang publik.

