SAMARINDA: Di balik target prestasi pada kejuaraan nasional, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menyoroti minimnya dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga prestasi mahasiswa.
Demisioner Ketua Umum UKM Perisai Diri Unmul, Muhammad Fajri, mengungkapkan bahwa pembiayaan keberangkatan tim ke Kejuaraan Nasional Perisai Diri di Universitas Airlangga sebagian besar berasal dari proposal internal, kas UKM, serta dana pribadi para atlet.
“Terkait bantuan pemerintah, kami menilai masih sangat kurang. Kami sempat mengajukan ke KONI, Dispora Kaltim hingga Disporapar Samarinda, tetapi belum ada bantuan yang bisa kami terima,” ujar Fajri, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup disayangkan mengingat para atlet membawa nama Kalimantan Timur di ajang nasional.
Namun dalam proses pembinaan hingga keberangkatan, mahasiswa justru harus berjalan secara mandiri.
“Ketika menang, daerah yang disebut. Tapi dalam prosesnya kami berjalan sendiri. Ini yang kami harapkan ke depan bisa berubah,” katanya.
Fajri menegaskan, dukungan pemerintah daerah sangat penting, terutama bagi cabang olahraga yang aktif berprestasi dan membawa nama daerah di tingkat nasional.
Ia menilai bantuan tidak harus dalam jumlah besar, namun setidaknya dapat meringankan beban atlet dan organisasi mahasiswa.
Selain persoalan pendanaan, UKM Perisai Diri Unmul juga masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan.
Salah satu kebutuhan mendesak adalah ketersediaan samsak untuk menunjang latihan teknik dan kekuatan atlet.
“Fasilitas dasar sudah ada, tapi untuk menunjang prestasi masih banyak yang perlu ditingkatkan. Samsak misalnya, itu sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih hadir dalam mendukung pembinaan olahraga mahasiswa, tidak hanya ketika prestasi telah diraih, tetapi sejak tahap persiapan.
“Harapan kami sederhana, jangan menunggu juara dulu baru datang. Atlet butuh pendampingan sejak prosesnya,” pungkas Fajri.

