SAMARINDA: Perayaan Imlek dan memasuki bulan suci Ramadan yang semakin mendekat, harga sejumlah bahan pokok penting (Bapokting) seperti bawang merah, bawang putih, dan beras di Pasar Pagi Kota Samarinda terpantau masih dalam kondisi stabil.
Salah satu pedagang di kawasan Pasar Pagi, Bagus mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum terjadi lonjakan harga yang berarti pada barang-barang dagangannya. Ia memperkirakan pergerakan harga baru akan terasa mendekati hari besar keagamaan.
“Kalau untuk sekarang belum ada, masih stabil. Kemungkinan nanti mungkin H-3, biasanya dekat-dekat puasa baru naik,” ujar Bagus saat ditemui di lapaknya, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurut Bagus, perayaan Imlek yang jatuh pada minggu depan biasanya tidak terlalu memicu kenaikan harga secara signifikan dibandingkan dengan momen menjelang bulan puasa dan Lebaran.
“Imlek paling naiknya enggak terlalu tinggi. Yang tinggi itu pas puasa, terus dekat-dekat Lebaran,” katanya.
Ia merincikan bahwa komoditas yang paling sering mengalami kenaikan harga signifikan meliputi bawang putih, bawang merah, serta berbagai jenis cabai seperti lombok rawit, lombok merah, dan cabai keriting.
Selain faktor tingginya permintaan dari masyarakat (demand), Bagus menilai kelangkaan stok di tingkat distributor atau pengepul menjadi pemicu utama meroketnya harga pasar..
“Mungkin karena langka. Karena permintaan banyak jadi langka, tambah mahal. Kadang faktor cuaca juga bisa mempengaruhi hasil panen di tingkat pengepul,” jelasnya.
Bagus berharap pasokan dari distributor tetap lancar, agar harga di tingkat pedagang eceran tidak melonjak terlalu tajam sehingga tetap terjangkau oleh masyarakat Samarinda.

